PEMANFAATAN CITRA OPTIS SATELIT DAN DIGITAL ELEVATION MODEL UNTUK ANALISIS KAWASAN TERDAMPAK ERUPSI GUNUNG SINABUNG, SUMATERA UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PEMANFAATAN CITRA OPTIS SATELIT DAN DIGITAL ELEVATION MODEL UNTUK ANALISIS KAWASAN TERDAMPAK ERUPSI GUNUNG SINABUNG, SUMATERA UTARA


Pengarang

Mustika Nadia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504107010004

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian tentang teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) untuk analisis kawasan terdampak erupsi di kawasan Gunung Sinabung, Sumatera Utara telah dilakukan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui arah aliran lahar berdasarkan analisis aliran air permukaan (watershed), dampak erupsi yang dapat terjadi berdasarkan analisis kelerengan (slope) dan ketinggian (topografi) yang didapat dari interpretasi DEMNAS BIG, mengetahui tutupan lahan pada kawasan Gunung Sinabung menggunakan peta tutupan lahan Rupa Bumi Indonesia (RBI) skala 1:50.000 dan korelasinya dengan peta kawasan terdampak erupsi, serta mengetahui tingkatan kawasan rawan bencana pada Gunung Sinabung. Penentuan arah aliran lahar menggunakan analisis watershed dengan 3D analyst tools menggunakan DEMNAS. Sementara kondisi morfologi berupa kelerengan (slope) dan topografi dilakukan dengan klasifikasi kedalam beberapa kelas. Berdasarkan hasil yang diperoleh, kawasan terdampak erupsi dibagi kedalam tiga kawasan, yaitu kawasan terdampak I, kawasan terdampak II, dan kawasan terdampak III dengan dampak pada radius 3, 5, dan 7 km dari puncak. Peta watershed menunjukan bahwa pola aliran sungai di Gunung Sinabung adalah pola radial yang berarti arah aliran lahar akan mengalir menjauhi puncak menuju hulu Gunung Sinabung. Semakin rendah tingkat kelerengan (datar) suatu kawasan, maka akan meningkatkan intensitas kawasan tersebut terdampak erupsi dan begitu juga sebaliknya. Kawasan terdampak III memiliki dampak erupsi aliran massa paling rendah dikarenakan memiliki tingkat kelerengan yang sangat curam, sedangkan kawasan terdampak I memiliki tingkat potensi yang paling tinggi terdampak erupsi berupa aliran massa. Sedangkan berdasarkan hasil peta tutupan lahan Peta Rupa Bumi Indonesia skala 1:50.000, kawasan Gunung Sinabung memiliki tutupan lahan yang didominasi oleh ladang dan sawah serta terdapat sebaran pemukiman. Peta kawasan terdampak erupsi menunjukan kawasan terdampak III merupakan kawasan dengan dampak erupsi terendah terhadap tutupan lahan, sedangkan pada kawasan terdampak II dan I dampak erupsi terhadap tutupan lahan memiliki dampak tinggi.
Kata kunci : erupsi, Sinabung, penginderaan jauh ,watershed, slope, topografi, tutupan lahan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK