ANALISIS HORMON STRES SECARA NON-INVASIF: EFEK PERBEDAAN WAKTU PENGAMBILAN SAMPEL FESES TERHADAP METABOLIT KORTISOL PADA BEBERAPA SPESIES HEWAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS HORMON STRES SECARA NON-INVASIF: EFEK PERBEDAAN WAKTU PENGAMBILAN SAMPEL FESES TERHADAP METABOLIT KORTISOL PADA BEBERAPA SPESIES HEWAN


Pengarang

NORI AVITA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1502101010181

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Salah satu parameter yang harus dievaluasi sebelum dilakukan analisis
hormon kortisol adalah waktu koleksi sampel. Hal ini karena terdapat variasi
diurnal konsentrasi metabolit kortisol pada pagi, siang, dan malam hari. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu koleksi
sampel secara non-invasif terhadap konsentrasi metabolit kortisol beberapa
spesies hewan diurnal, krepuskular, dan nokturnal. Sampel yang digunakan
sebanyak 120 sampel dengan 48 sampel untuk hewan diurnal (kambing kacang,
kambing PE, kerbau, dan kuda), 36 sampel untuk hewan krepuskular (kelinci dan
hamster), dan 36 sampel untuk hewan nokturnal (tikus dan mencit). Sampel feses
hewan diurnal dikoleksi pada pagi dan siang hari, sedangkan pada hewan
krepuskular dan nokturnal dikoleksi pada pagi, siang, dan malam hari. Sampel
feses diekstraksi terlebih dahulu dan selanjutnya dilakukan pengukuran
konsentrasi metabolit kortisol menggunakan teknik enzyme-linked immunosorbent
assay (ELISA). Data yang diperoleh diuji menggunakan uji t-berpasangan untuk
hewan diurnal dan uji one way ANOVA untuk hewan krepuskular dan nokturnal.
Hasil menunjukkan konsentrasi metabolit kortisol di dalam feses hewan diurnal
pada pagi dan siang hari tidak berbeda (P>0,05). Hasil yang sama juga terlihat
pada hewan krepuskular, konsentrasi metabolit kortisol pada pagi, siang, dan
malam hari tidak berbeda (P>0,05). Untuk hewan nokturnal yaitu mencit
konsentrasi metabolit kortisol pada pagi, siang, dan malam hari tidak berbeda
(P>0,05), tetapi pada tikus, konsentrasi metabolit kortisol pada malam hari lebih
tinggi secara signifikan dibandingkan pada pagi dan siang hari (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK