<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5890">
 <titleInfo>
  <title>EFEK EKSTRAK DAUN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA (L.) URBAN) TERHADAP PERKEMBANGAN SEL SPERMATID TIKUS (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WAHYU SIHOMBING</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian ekstrak daun pegagan terhadap perkembangan sel spermatid tikus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola one way ANOVA. Tikus yang digunakan adalah 12 tikus jantan berumur 3,5 bulan dengan bobot badan 150-250 gram. Tikus-tikus tersebut dikelompokkan menjadi empat kelompok perlakuan dengan masing-masing tiga ulangan. Kelompok pertama merupakan kelompok kontrol (K0) yang tidak diberi perlakuan, sedangkan kelompok  K1, K2, dan K3 diberi perlakuan berupa ekstrak daun pegagan dengan dosis (mg/kg BB) bertingkat, yaitu 125, 250, dan 500 selama 30 hari. Pada akhir perlakuan, tikus dikorbankan dengan diberi eter, lalu testis dinekropsi untuk selanjutnya dibuat preparat histologis. Preparat histologis diwarnai dengan pewarnaan periodic acid Schiff(PAS) untuk mengetahui perkembangan sel spermatid dengan cara mendeteksi karbohidrat netral pada tudung akrosom sel spermatid tersebut.Data dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rataan jumlah sel spermatid mengalami penurunan dibandingkan kontrol (K0). Kelompok K0 mempunyai rataan jumlah sel spermatid tertinggi yaitu 308,00±56,33, diikuti oleh K1 yaitu 234,38±19,81, K2 yaitu 218,50±5,48, dan K3 yaitu 208,05±27,35. Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (P</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>5890</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-04-28 10:08:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-23 16:19:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>