<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5872">
 <titleInfo>
  <title>UJI DAYA HAMBAT MINYAK ATSIRI BAWANG BOMBAYRN(ALLIUM CEPA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN METHICILLIN-RNRESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA)RNSECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erlinda Ramona Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penggunaan tanaman sebagai obat tradisional telah dilakukan sejak zaman&#13;
dahulu. Banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kandungan dan&#13;
khasiat berbagai tanaman tersebut. Bawang bombay (Allium cepa L.) diketahui&#13;
mengandung komponen sulfur dalam bentuk isothiocyanates atau thiosulfinat&#13;
yang bermanfaat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&#13;
mengetahui daya hambat minyak atsiri bawang bombay (Allium cepa L.) terhadap&#13;
Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Penelitian ini&#13;
menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 kelompok perlakuan,&#13;
1 kelompok kontrol negatif dan 1 kelompok kontrol positif dengan 5 kali&#13;
pengulangan. Kelompok perlakuan terdiri dari konsentrasi minyak atsiri bawang&#13;
bombay 5%, 10% dan 15%. Kelompok kontrol negatif yaitu tween-80 dan&#13;
akuades steril. Kelompok kontrol positif yaitu cakram antibiotik Vancomycin 30&#13;
?g. Uji daya hambat minyak atsiri bawang bombay dilakukan dengan metode&#13;
difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri bawang&#13;
bombay 5%, 10% dan 15% memiliki daya hambat terhadap MRSA dengan&#13;
diameter zona hambat rata-rata berturut-turut 11,2 mm, 14,2 mm, dan 17,2 mm.&#13;
Hasil analisis data dengan menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) dan&#13;
dilanjutkan dengan Uji Duncan (p&lt; 0,05) menunjukkan bahwa minyak atsiri&#13;
bawang bombay dapat menghambat pertumbuhan MRSA.&#13;
Kata Kunci: Allium cepa L., daya hambat bakteri, Methycillin-Resistant&#13;
Staphylococcus aureus.</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>TRADITIONAL MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>5872</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-04-25 09:01:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-07-11 10:17:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>