<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58666">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP RENCANA POLA RUANG (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>JANTHO, KABUPATEN ACEH BESAR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairil Umam</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan acuan bagi penataan ruang daerah tingkat bawahnya dan menjadi pedoman bagi pemerintah daerah serta masyarakat untuk mengarahkan lokasi dan memanfaatkan ruang dalam menyusun program pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang. Peta rencana pola ruang dalam RTRW Kabupaten Aceh Besar dibuat dengan mempertimbangkan peta geologi sebagai dasar atau acuan agar pemanfaatan lahan sesuai dengan daya dukung geologi lingkungannya sehingga penting untuk dilakukan pemetaan geologi secara detail dan mengevaluasi dampak dari hasil pemetaan geologi tersebut terhadap peta pola ruang pada sebagian wilayah dalam RTRW Kabupaten Aceh Besar. Kota Jantho yang menjadi target lokasi penelitian ini merupakan Ibukota dari Kabupaten Aceh Besar. Metode yang dilakukan yaitu dengan metode survei/pemetaan berupa pengamatan singkapan batuan, pengambilan sampel, pengamatan kondisi bentang alam dengan cakupan wilayah seluas 25 km2 dan pengamatan menggunakan citra satelit atau sistem penginderaan jauh dan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode ini akan membobotkan/skoring beberapa parameter dan weighted overlay atau tumpang tindih dari peta-peta tematik dengan Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil dari penelitian ini adalah didapatkannya informasi geologi berupa perincian satuan batuan dalam skala yang lebih detail yang dapat mengevaluasi peta geologi RTRW sebelumnya, yang hanya memberikan informasi dalam skala regional. Penelitian ini juga menghasilkan zona kesesuaian lahan yang dibagi dalam zona sangat layak meliputi 56% daerah penelitian, zona layak meliputi 36% daerah penelitian, dan zona tidak layak meliputi 8% daerah penelitian yang dituangkan dalam peta rekomendasi lahan, yang di overlay berdasarkan evaluasi dampak peta geologi yang didapatkan terhadap peta pola ruang dan peta pengunaan lahan saat ini.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>58666</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-19 11:37:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-19 11:48:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>