<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58636">
 <titleInfo>
  <title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI DI KABUPATEN ASAHAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tria Deviana Putri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Inseminasi buatan dikenal oleh peternak sebagai teknologi reproduksi &#13;
ternak yang efektif.  Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang &#13;
memengaruhi keberhasilan inseminasi buatan  (IB)  pada sapi di Kabupaten &#13;
Asahan. Metode penelitian ini adalah metode survey, menggunakan data primer &#13;
dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara membagikan kuesioner dan &#13;
wawancara langsung ke peternak sebagai tambahan informasi, sedangkan data &#13;
sekunder didapat dari inseminator terkait  tentang hasil IB  di Kabupaten Asahan. &#13;
Kuesioner yang digunakan mencakup pertanyaan tentang karakteristik sapi &#13;
seperti: status kebuntingan sapi,  jenis sapi, umur sapi, skor kondisi tubuh  sapi, &#13;
jumlah IB sampai bunting, tanda-tanda berahi,  waktu pelaksanaan IB, bulan &#13;
pelaksanaan IB, lama berahi pascapartus, jenis straw, jumlah dosis inseminasi, &#13;
jarak waktu pelaporan berahi sampai dengan IB  dilaksanakan, pakan sapi, ternak &#13;
dikandangkan serta  profil  peternak dengan 75 responden peternak dari lima&#13;
kecamatan.  Data dianalisis  menggunakan  stepwise regression. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan bahwa dari 114 ekor ternak sapi betina yang dilakukan IB, sebanyak &#13;
76,3% mengalami kebuntingan dan  23,7% tidak mengalami kebuntingan. &#13;
Variabel independen yang mempunyai korelasi paling kuat adalah umur sapi (sig. &#13;
0,006), jarak waktu pelaporan sampai IB (sig. 0,001), serta pakan ternak sapi (sig. &#13;
0,004).  Disimpulkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan IB &#13;
pada sapi di Kabupaten Asahan adalah umur sapi, jarak waktu pelaporan sampai &#13;
IB dilaksanakan, dan pakan. &#13;
Kata kunci: keberhasilan IB, umur sapi, jenis pakan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>COWS - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>REPRODUCTION - ANIMALS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ARTIFICIAL INSEMINATION - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>58636</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-19 09:13:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-07-26 12:38:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>