<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58546">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FEBRI YUSTISIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
&#13;
Jalan merupakan prasarana transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilisasi dalam proses perekomonian dan kegiatan sosial. Jalan yang dilewati oleh beban kendaraan yang berlebihan dan volume yang tinggi akan menyebabkan kerusakan dan penurunan kualitas jalan. Tahapan awal dalam menentukan kondisi permukaan jalan yaitu dengan melakukan survei International Roughness Index (IRI). Metode yang digunakan dalam menentukan jenis kerusakan jalan adalah dengan menggunakan metode pavement Condition Index (PCI). Software ArcGIS digunakan untuk pemetaan kerusakan jalan, sehingga memudahkan dalam menyebarkan informasi dan proses analisa. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kerusakan jalan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan untuk digunakan sebagai dasar kegiatan pemeliharaan dan perbaikannya. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan metode IRI diketahui pada arah normal ada dua jenis kondisi jalan yaitu Kondisi jalan baik sepanjang 12,2 km, kondisi sedang sepanjang 1,5 km. dan pada arah Opposite ada tiga jenis kondisi jalan yaitu Kondisi jalan baik sepanjang 11,1 km, kondisi sedang sepanjang 2,4 km dan kondisi rusak ringan sepanjang 0,2 km. Maka diketahui kondisi jalan  baik memiliki persentasi 85,04 %, pada kondisi jalan sedang memiliki persentase 14,23%, sedangkan pada kondisi jalan rusak ringan memiliki persentase 0,73 %. Dari total panjang ruas jalan Banda Aceh-Krueng Raya arah normal dan opposite dapat disimpulkan bahwa jalan tersebut memiliki kemantapan sekitar 85,04% yang didapat dikategorikan kedalam kondisi yang baik.&#13;
&#13;
&#13;
  &#13;
Kata kunci: International Roughness Index (IRI), Pavement Condition Index (PCI), Geographic Information Index (GIS), Jenis Kerusakan , Roughmeter III, Jalan Banda Aceh-Krueng Raya.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>58546</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-18 13:10:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-18 14:40:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>