<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58536">
 <titleInfo>
  <title>KEDUDUKAN DINAS PERTANAHAN ACEH DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN PASCA PERPRES NOMOR 23 TAHUN 2015</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMAT NOFRIZAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>KEDUDUKAN DINAS PERTANAHAN ACEH DALAM &#13;
PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN &#13;
PASCA PERPRES NOMOR 23 TAHUN 2015&#13;
&#13;
Rahmat Nofrizal&#13;
1&#13;
&#13;
Husni&#13;
2&#13;
&#13;
Muhammad Saleh&#13;
3&#13;
&#13;
 &#13;
ABSTRAK&#13;
Pada tahun 2016, Pemerintah Aceh menambahkan Satuan Perangkat Kerja &#13;
Pemerintah Aceh (SPKA) ke dalam Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) yakni&#13;
Dinas Pertanahan Aceh yang kewenangannya menyelenggarakan urusan&#13;
pemerintahan bidang pelayanan pertanahan di Aceh. Salah satu kewenangan yang&#13;
diberikan kepada Dinas Pertanahan  Aceh adalah dalam hal penyelesaian sengketa&#13;
dan konflik pertanahan. Dinas Pertanahan Aceh memiliki kewenangan dalam&#13;
penyelesaian permasalahan hak atas tanah baik hak atas tanah instansi pemerintah,&#13;
perorangan maupun badan hukum. Selain itu, juga memiliki kewenangan dalam&#13;
memfasilitasi penyelesaian sengketa dan konflik pertanahan. Pada Kenyataannya,&#13;
Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai lembaga negara yang dibentuk oleh&#13;
Pemerintah Pusat yang juga menangani urusan di bidang pertanahan juga memiliki&#13;
kewenangan dalam penyelesaian sengketa pertanahan di Aceh. Terdapat tumpang&#13;
tindih kewenangan dua lembaga negara dalam hal penyelesaian sengketa pertanahan&#13;
yaitu BPN sebagai lembaga pemerintah pusat dan Dinas Pertanahan Aceh sebagai&#13;
lembaga pemerintah daerah.&#13;
 &#13;
Penelitian dan pengkajian ini bertujuan mengetahui kewenangan dan &#13;
kedudukan Dinas Pertanahan Aceh dalam penyelesaian sengketa pertanahan  pasca&#13;
Perpres Nomor 23 Tahun 2015.&#13;
 &#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif &#13;
dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Sumber&#13;
data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang berasal dari&#13;
bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan bahan hukum tersier kemudian&#13;
dianalisis secara kualitatif.&#13;
 &#13;
Hasil penilitian menunjukkan bahwa Dinas Pertanahan Aceh sebagai &#13;
perangkat kerja Pemerintah Aceh memiliki kewenangan dalam hal penyelesaian&#13;
sengketa pertanahan yang terjadi di Aceh. Terdapat berbagai ketentuan perundangundangan&#13;
&#13;
yang mengatur kewenangan Pemerintah Aceh dibidang penyelesaian&#13;
sengketa pertanahan. Di sisi lain, kewenangan penyelesaian sengketa yang dimiliki&#13;
oleh Dinas Pertanahan Aceh belum dinyatakan secara tegas sengketa apa saja yang&#13;
merupakan kewenangan Dinas Pertanahan Aceh dan mana yang merupakan&#13;
kewenangan Kanwil BPN Aceh. Kedudukan Dinas Pertanahan Aceh memiliki&#13;
peranan yang sangat penting dalam penyelesaian sengketa pertanahan yang terjadi di&#13;
Aceh. mengingat konflik-konflik pertanahan yang selama ini terjadi belum&#13;
terselesaikan secara menyeluruh. Lahirnya Dinas Pertanahan Aceh sebagai perangkat &#13;
daerah dapat mempermudah akses masyarakat dalam hal penyelesaian konflik tanah&#13;
dan dapat meminimalisir konflik-konflik yang telah ada dan mencegah&#13;
kemungkinan-kemungkinan konflik yang akan terjadi dikemudian hari.&#13;
 &#13;
Disarankan Pemerintah Pusat perlu mengeluarkan kebijakan untuk Aceh &#13;
dalam mempertegas kedudukan dan kewenangan Dinas Pertanahan Aceh dalam&#13;
penyelesaian sengketa pertanahan. Bagi DPR Aceh bersama Gubernur Aceh&#13;
perlu mempercepat proses pengesahan draf Qanun Pertanahan Aceh sebagai&#13;
payung hukum yang kuat bagi Dinas Pertanahan Aceh dalam penyelesaian&#13;
sengketa pertanahan di Aceh. Dinas Pertanahan Aceh perlu mengoptimalkan&#13;
peran dan fungsinya dalam menjalankan kewenangannya dalam penyelesaian&#13;
sengketa pertanahan yang belum terselesaikan secara tuntas.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Dinas Pertanahan Aceh, Penyelesaian Sengketa Pertanahan, Peraturan&#13;
Presiden</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>58536</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-18 12:44:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-18 14:13:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>