IDENTIFIKASI MINERAL TANAH DENGAN DIFRAKSI SINAR-X PADA BEBERAPA ORDO TANAH DI LAHAN KERING ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI MINERAL TANAH DENGAN DIFRAKSI SINAR-X PADA BEBERAPA ORDO TANAH DI LAHAN KERING ACEH BESAR


Pengarang

Intan Apriani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1405108010031

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Teknik identifikasi jenis mineral tanah telah banyak dikembangkan. Salah satu di antara teknik identifikasi mineral tanah yang telah sering digunakan adalah analisis difraksi sinar-X. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mineral liat pada tanah ordo Inceptisol di lahan kering Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan difraksi sinar-X. Sampel tanah diambil pada setiap lapisan horizon dari dua profil tanah ordo Inceptisol yaitu Oxic Haplustept Blang Bintang dan Oxic Dystrudept dari Desa Cucum. Sebelum dianalisis, sampel tanah dikeringanginkan selama dua minggu dan kemudian digerus dan disaring dengan ayakan 0,5 mm. Analisis mineral dilakukan di Laboratorium Fisika Material Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Identifikasi jenis mineral dominan didasarkan pada puncak dari kurva difraktogram yang dihasilkan dari analisis sinar-X.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa komposisi dan jenis mineral yang mendominasi tanah ordo Inceptisol Aceh Besar bervariasi antar subgroup tanah. Pada Inceptisol Blang Bintang, mineral tanah didominasi oleh beberapa jenis mineral yaitu feldspar, kaolinit, gibsit, goethit, dan nakrit, sedangkan pada Inceptisol Cucum didominasi oleh mineral paligorskit, gibsit, dan feldspar. Berdasarkan jenis mineral tersebut, maka kualitas tanah ordo Inceptisol Aceh Besar tergolong rendah karena banyak mengandung mineral sekunder yang memiliki kapasitas tukar kation (KTK) yang rendah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK