<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="58218">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN PEMBUATAN KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS LIMBAH CAIR TAHU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DIAN KHAIRANITA NASUTION</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tahu adalah salah satu jenis makanan yang sangat digemari masyarakat dengan limbah yang  yang dihasilkan cukup besar dalam setiap prosesnya. Limbah cair tahu merupakan limbah yang paling banyak diperoleh pada pembuatan tahu  dan masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan edible film. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik dari edible film meliputi ketebalan, kekuatan tarik, elongasi dan laju transmisi uap air dengan penambahan gliserol serta mengetahui formulasi terbaik berbahan dasar limbah cair tahu (whey). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan (penambahan gliserol dengan variasi 0,5%, 11,5% dan 2,5%) dan 3 ualangan. Parameter yang diuji adalah ketebalan, kuat tarik, elongasi dan laju transisi uap air. Data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai ketebalan edible film yang diperoleh sekitar 0,078-0,095 mm, nilai kuat tarik sekitar 0,5700-0,5933 kgf/mm2, elongasi antara 170,58-174,89% dan laju transmisi uap air sekitar 6,21-12,02 g/m2/jam. Penambahan variasi gliserol tidak memberikan pengaruh nyata (p&gt;0,05) terhadap nilai ketebalan, kuat tarik, elongasi dan laju transmisi uap air.  Formulasi gliserol yang baik untuk menghasilkan edible film berbahan dasar limbah cair tahu (whey) adalah konsentrasi 2,5%. &#13;
&#13;
Kata kunci : karakteristik, edible film, gliserol dan limbah cair tahu (whey).&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>CHEMICAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>58218</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-17 11:58:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-07-24 13:51:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>