<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="57940">
 <titleInfo>
  <title>PEMBATALAN QANUN ACEH MELALUI EXECUTIVE REVIEW DAN JUDICIAL REVIEW</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Asmaul Flusna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Qanun Aceh adalah  peraturan  perundang-undangan  sejenis  peraturan&#13;
daerah  provinsi yang mengatur  penyelenggaraan  pemerintahan  dan  kehidupan&#13;
masyarakat Aceh.  Oleh karena itu,  maka pemerintah memiliki kewenangan untuk &#13;
membatalkannya jika qanun tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan &#13;
perundang-undangan yang lebih tinggi.  Kewenangan untuk menguji dan &#13;
membatalkan  Qanun Aceh  tersebut  tidak hanya dilakukan oleh  Menteri Dalam&#13;
Negeri, tetapi juga diberikan kewenangan kepada  Mahkamah Agung  untuk &#13;
membatalkannya.  Sehingga  Adanya  perbedaan  norma  mengenai  siapa yang &#13;
berwenang untuk membatalkan Perda/Qanun. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dan mengkaji tata cara &#13;
pengujian Qanun Aceh dari segi  judicial review  dan  executive review  menurut&#13;
peraturan  perundang-undangan,  serta  mengkaji ukuran pembatalan Qanun  Aceh&#13;
oleh Menteri Dalam Negeri dan Mahkamah Agung.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum &#13;
normatif. Dengan sumber data adalah  data sekunder yang berupa  bahan hukum &#13;
primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh &#13;
kemudian dianalis secara kualitatif. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa,    pertama.  Tata cara pengujian &#13;
qanun Aceh melalui  executive review  belum memenuhi syarat seperti yang diatur &#13;
dalam peraturan perundang-undangan karena pengujian qanun Aceh melalui &#13;
executive review  bertentangan  dengan Undang-Undang Dasar Tahun 1945seperti &#13;
yang disebutkan  dalam  Putusan  Mahkamah  Konstitusi  Nomor 137/PUU-&#13;
XIII/2015 dan  Nomor 56/PUU-XIV/2016, dimana  pasca  putusan  tersebut  maka&#13;
kewenangan  pembatalan  perda  atau  qanun Aceh dikembalikan  kepada  Mahkamah&#13;
Agung.  Kedua,  Pembatalan qanun Aceh melalui  executive review  dilihat dari &#13;
beberapa kategori, yaitu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan &#13;
yang lebih tinggi.  Sedangkan ukuran pembatalan qanun Aceh melalui  judicial &#13;
review yaitu bertentangan dengan syari’at Islam. &#13;
Disarankan agar  Undang-Undang Nomor  23 Tahun 2014  tentang &#13;
Pemerintahan Daerah  perlu ditinjau kembali  mengingat  pasca putusan Mahkamah &#13;
Konstitusi Nomor 137/PUU-XIII/2015 dan Nomor 56/PUU-XIV/2016,  Menteri &#13;
Dalam Negeri sudah tidak  berwenang lagi untuk  membatalkan perda  atau qanun &#13;
Aceh.  Selain itu,  Pemerintah Aceh dalam membentuk qanun  juga  harus lebih memahami suatu ketentuan yang berlaku sehingga nantinya tidak menimbulkan &#13;
kerugian bagi kehidupan masyarakat Aceh. &#13;
Kata Kunci : Pembatalan, Qanun, Executive Review, Judicial Review.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>57940</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-13 21:10:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-14 09:43:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>