<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="57828">
 <titleInfo>
  <title>PERLINDUNGAN HAK KONSUMEN TERHADAP PRODUK BERBAHAN DASAR MELAMIN DIKAITKAN DENGAN KETENTUAN PERSYARATAN MEMENUHI STANDAR NASIONAL INDONESIA DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Taufik Adrian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PERLINDUNGAN HAK KONSUMEN TERHADAP &#13;
PRODUK BERBAHAN DASAR MELAMIN &#13;
DIKAITKAN DENGAN KETENTUAN &#13;
PERSYARATAN MEMENUHI STANDAR NASIONAL &#13;
INDONESIA DI KOTA BANDA ACEH &#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(v, 55,) pp., bibl, tabl.&#13;
ABSTRAK&#13;
Taufik Adrian &#13;
2019&#13;
Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum.&#13;
Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum&#13;
Pasal 4 huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan &#13;
Konsumen dijelaskan  hak konsumen adalah untuk  mendapatkan  kenyamanan, &#13;
keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa.  Namun pada &#13;
praktiknya masih terdapat  pelaku usaha yang belum  melindungi  hak konsumen yang &#13;
telah di jelaskan di dalam pasal 4 UUPK. Di dalam pratik jual beli kemasan pangan &#13;
berbahan melamin di Kota Banda Aceh masih banyak pelaku usaha menjual kemasan &#13;
pangan berbahan melamin tidak  memiliki  SNI  (Standar Nasional Indonesia)  yang &#13;
dapat membahayakan konsumen dalam segi kesehatan.&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk    menjelaskan.  alasan-alasan yang &#13;
menyebabkan kemasan  pangan berbahan melamin diperjual belikan di Kota Banda &#13;
Aceh, mekanisme pengawasan yang telah dilakukan oleh instansi berkaitan dengan &#13;
perlindungan konsumen kepada pelaku usaha  kemasan pangan berbahan melamin di &#13;
Kota  Banda Aceh, dan  upaya-upaya yang dilakukan untuk melindungi hak &#13;
konsumen kemasan pangan berbahan melamin di Kota Banda Aceh.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis &#13;
Normatif, data yang digunakan berdasarkan kepada penelitian  kepustakaan (library &#13;
research)  dan  lapangan (field research). Kemudian data yang didapatkan dianalisis &#13;
menggunakan  pendekatan  Perundang-undangan (Statute Aprroach), untuk &#13;
selanjutnya dituangkan dalam bentuk karya tulis skripsi.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan,  alasan-alasan  terjadinya &#13;
penjualan produk kemasan pangan berbahan melamin tidak  memiliki  SNI, karena &#13;
besarnya permintaan dari konsumen itu sendiri sehingga mendukung pelaku usaha &#13;
untuk terus memasok produk melamin tersebut,  dan didukung dengan kurangnya &#13;
pengawasan pemerintah terhadap perdagangan produk melamin tersebut,  sehingga &#13;
pelaku usaha secara bebas dapat  menjual kemasan pangan tidak  memiliki  SNI. &#13;
Mekanisme  pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan &#13;
telah  sesuai dengan Pasal 15  Peraturan Menteri Perdagangan  Nomor 69 Tahun 2018 &#13;
Tentang Pengawasan Barang Beredar dan/atau Jasa.  Upaya  yang telah dilakukan &#13;
untuk melindungi konsumen adalah dengan memberikan  pendidikan dan  sosialisasi&#13;
kepada konsumen.&#13;
Disarankan kepada konsumen untuk lebih memilih kemasan pangan melamin &#13;
yang memiliki label SNI. Disarankan kepada pemerintah untuk memberikan &#13;
kewenangan pengawasan kepada  setiap Disperindag Kabupaten Kota sehingga tugas &#13;
pengawasan dapat berjalan secara efektif.  Disarankan kepada YaPKA  lebih &#13;
mempromosikan YaPKA kepada masyarakat, menyediakan kantor yang tetap dan &#13;
memiki beberapa anggota yang tetap.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>57828</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-12 17:07:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-13 09:53:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>