<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="57802">
 <titleInfo>
  <title>MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA GADAI TANAH PERTANIAN (GALA) DALAM MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIRANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Miranda,&#13;
2019&#13;
MEKANISME PENYELESAIAN SENGKETA GADAI &#13;
TANAH PERTANIAN (GALA) DALAM &#13;
MASYARAKAT HUKUM ADAT DI KECAMATAN &#13;
KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(iv, 75). pp., tabl., bibl.&#13;
Dr. M. Adli, S.H., MCL&#13;
Selama ini masyarakat  Kecamatan  Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar &#13;
melakukan praktik gadai-menggadai secara hukum adat. Dalam praktik gadai-&#13;
menggadai tersebut telah terjadi perselisihan dan sengketa. Apabila terjadi &#13;
sengketa antara kedua belah pihak, maka masyarakat adat lebih memilih &#13;
menyelesaikannya secara  hukum adat pula. Pada hukum adat, penyelesaian &#13;
sengketa dilakukan secara bertahap, mulai dari musyawarah keluarga, &#13;
musyawarah dusun, tuha peuet, keuchik, sampai ke mukim. &#13;
Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui  alasan  y ang mempengaruhi &#13;
masy arakat menggadaikan  tanah pertanianny a, untuk mengetahui faktor apa yang &#13;
menyebabkan masyarakat tidak menggadaikan tanahnya sesuai dengan Undang-&#13;
Undang, dan  Untuk mengetahui mekanisme penyelesaian perkara gadai tanah &#13;
dalam hukum adat.&#13;
Data dalam penulisan ini  diperoleh melalui penelitian lapangan  (field &#13;
research)  dan penelitian kepustakaan  (library research).  Penelitian lapangan &#13;
dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan &#13;
informan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan &#13;
cara mempelajari literatur, buku-buku dan peraturan perundang-undangan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Al asan masy arakat menggadaikan &#13;
tanah pertanianny a  karena  faktor sulitnya prosedur peminjaman di lembaga &#13;
keuangan resmi,  faktor kebutuhan dana yang mendesak,  sulitnya menemukan &#13;
pemberi hutang,  ketiadaan sertifikat,  ketakutan kehilangan tanah, dan  budaya. &#13;
Faktor yang menyebabkan masyarakat tidak mengadaikan tanah sesuai ketentuan &#13;
Undang-Undang karena harga gadai hampir menyamai harga jual, prosedur gadai-&#13;
menggadai merujuk pada perjanjian antara penggadai dan pemegang gadai, belum &#13;
ada sosialisasi Undang-Undang Nomor 56 Prp Tahun 1960 yang mengatur &#13;
mengenai masalah  Gadai  Tanah  Pertanian di  Aceh  Besar,  kultur masyarakat &#13;
Aceh  Besar yang menganggap ketentuan Undang-Undang Nomor 56 Prp &#13;
Tahun 1960 tidak sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan yang terdapat di &#13;
lingkungannya.  Mekanisme penyelesaian sengketa gadai tanah dalam masyarakat &#13;
hukum adat  adalah  musyawarah yang dilakukan  dari tingkat keluarga hingga &#13;
mukim dengan keputusan mukim.&#13;
Diharapkan kepada pemerintah agar meninjau kembali  Undang-Undang &#13;
Nomor 56 Prp Tahun 1960  agar sesuai dengan budaya masyarakat adat dan dapat &#13;
diterapkan dalam praktik gadai menggadai. Kepada masyarakat agar dapat &#13;
menjalankan perjanjian gadai tanah pertanian secara dengan diketahui oleh &#13;
aparatur desa agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>57802</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-06-12 13:59:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-12 14:18:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>