FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI DALAM PROSES ADOPSI INOVASI BENIH UNGGUL PADA BERSERTIFIKAT DI KECAMATAN KEUMALA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI DALAM PROSES ADOPSI INOVASI BENIH UNGGUL PADA BERSERTIFIKAT DI KECAMATAN KEUMALA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

TEUKU RAIS MAULANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305102010084

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penggunaan benih unggul oleh masyarakat petani di daerah Kecamatan Keumala Kabupaten Pidie masih sangat terbatas untuk kegiatan usahatani, masih banyak dari petani yang belum menggunakan benih unggul untuk usahatani. Dan ada juga sebagian petani yang sudah menggunakan atau mengadopsi inovasi benih unggul tetapi tidak berkelanjutan, hanya sekali atau dua produksi saja menggunakan benih unggul, untuk selanjutnya petani kembali lagi menggunakan benih dari hasil tangkaran sendiri.
penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pidie Kecamatan Keumala yaitu di 3 desa yaitu : Desa Dayah keumala, Pulo pante, dan Jijiem dan dilakukan pada tahun 2018. Penentuan ini dilakukan dengan purposive random sampling, dikarenakan pada daerah penelitian, petani menggunakan benih unggul tanaman padi pada kegiatan usahatani. Objek dari penelitian ini merupakan petani padi sawah di Kecamatan Keumala di 3 desa yaitu: Dayah Keumala, Pulo Pante, dan Jijiem, dan ruang lingkup dari penelitian ini adalah tingkat adopsi inovasi benih unggul dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam mengadopsi inovasi benih unggul di Kecamatan Keumala. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dan wawancara langsung dengan para petani di lokasi penelitian berdasarkan kuesioner yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Sedangkan data sekunder diperoleh dari lembaga atau instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan penelitian, literatur-literatur yang relevan seperti buku, BPS dan lain-lainnya.
Proses adopsi inovasi benih unggul memiliki 5 tahapan, yaitu tahapan kesadaran, minat, evaluasi, mencoba dan adopsi, pada hasil dari penelitian ini,responden sebanyak 41 petani, pada tahapan kesadaran semua petani sudah melawati tahapan tersebut, dan pada tahapan menaruh minat juga semua petani sudah melewati tahapan tersebut, namun pada tahapan evaluasi ada nya 14 petani atau 34 % dari jumlah sampel yang sudah ke tahapan evaluasi, pada tahapan mencobanya 11 petani atau 27 % dari jumlah sampel yang sudah ke tahapan mencoba, dan pada tahap adopsi ada nya 16 petani atau 39 % dari jumlah sampel yang sudah ke tahapan adopsi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK