<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="57688">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK ALBEDO SEMANGKA MERAH (CITRULLUS LANATUS) TERHADAP JUMLAH SEL SERTOLI DAN SEL LEYDIG TIKUS (RATTUS NORVEGICUS) DIABETES MELITUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hanna Handri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENGARUH EKSTRAK ALBEDO SEMANGKA MERAH (Citrullus lanatus) TERHADAP JUMLAH SEL SERTOLI DAN SEL LEYDIG&#13;
 TIKUS (Rattus norvegicus) DIABETES MELITUS&#13;
&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa di dalam darah (hiperglikemia). Selain itu juga mengakibatkan berbagai efek lain terhadap organ didalam tubuh, termasuk testis. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian ekstrak albedo semangka merah (Citrullus lanatus) terhadap tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi diabetes melitus dengan menggunakan aloksan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola satu arah dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Penelitian menggunakan tikus putih jantan berusia 3-4 bulan dengan berat 150-200 gram dengan sampel organ testis yang terdiri dari 5 kelompok, yaitu: kontrol negatif, kontrol positif, KP1 pemberian ekstrak dengan dosis 500 mg/kg bb, KP2 pemberian ekstrak dosis 1000 mg/kg bb dan KP3 pemberian ekstrak 1500 mg/kg bb. Parameter yang diamati adalah jumlah sel Sertoli dan sel Leydig. Data jumlah sel Sertoli dan sel Leydig di analisis dengan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Rata-rata±SD jumlah sel Sertoli dan sel Leydig pada perlakuan KN, KP, KP1, KP2, dan KP3 berurutan adalah sel Sertoli 9,72±0,45; 3,16±0,85; 3,70±0,50; 6,24±0.64; dan 9,28±0,56. Jumlah sel Leydig8,24±0,53; 2,52±0,71; 2,88±0,82; 5,28±1,25; dan 7,82±0,87. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ekstrak albedo semangka merah dengan dosis 1000-1500 mg/kg bb berpengaruh nyata (P</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>57688</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-29 13:10:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-29 13:22:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>