<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="57664">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI BUDAYA JEPANG DALAM FILM ANIME BARAKAMON</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AIDIL AUDRIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini berjudul Analisis Semiotika Representasi Budaya Jepang Dalam &#13;
Film  Anime Barakamon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi &#13;
makna budaya Jepang yang terdapat pada film anime  Barakamon. Film anime  ini &#13;
menggambarkan  tentang kebiasaan masyarakat Jepang  terutama pada musim &#13;
panas.  Barakamon  (2014) merupakan  anime  yang bergenre  comedy dan slice of &#13;
life  (kehidupan sehari-hari).  Film  Anime  Barakamon menceritakan kisah seorang &#13;
seniman kaligrafer  kanji  yang harus tinggal di sebuah desa, karena memukul &#13;
seorang direktur kesenian. Selama di desa dia harus bisa beradaptasi dan &#13;
membiasakan diri pada kebiasaan-kebiasaan di desa tersebut. Penelitian ini &#13;
menggunakan teori Roland Barthers dengan konsep representasi budaya. Metode&#13;
yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan &#13;
dokumentasi berupa video, buku-buku, internet, dan lain sebagainya. Teknik &#13;
analisis pada penelitian ini menggunakan signifikasi dua tahap yang dikemukakan &#13;
oleh Roland Barthers yaitu  denotasi, konotasi, dan mitos.  Denotasi merupakan &#13;
tanda  yang tampak  pada suatu objek.  Makna konotasi adalah makna yang &#13;
menjelaskan arti dari suatu tanda yang tampak pada makna  denotasi tersebut. &#13;
Sedangkan Mitos merupakan makna yang timbul dari makna konotasi  atau makna &#13;
yang berkaitan dengan kebudayaan  dan kepercayaan masyarakat  untuk &#13;
mendukung penjelasan dari makna konotasi. Hasil penelitian menunjukkan 9 &#13;
scene  dalam 12 episode yang mengandung budaya Jepang yaitu pada  scene  15 &#13;
episode 1,  scene  19 episode 3,  scene  9 episode 4,  scene  2 episode 6,  scene  5 &#13;
episode 6,  scene  2 episode 7,  scene  6  episode  8,  scene  9 episode 9,  scene  9 &#13;
episode 10. Makna denotasi pada film ini merupakan apa yang tampak pada kisah &#13;
tokoh utama dalam film ini. Makna konotasinya berupa  penjelasan dari makna &#13;
denotasi. Mitos pada film ini berupa kebudayaan yang yang dipengaruhi oleh &#13;
kepercayaan agama.&#13;
Kata Kunci  : Representasi, Budaya Jepang, Film,  Anime, Semiotika, Roland &#13;
Barthers</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>57664</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-05-29 11:35:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-05-29 12:21:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>