Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERLINDUNGAN KORBAN PERCERAIAN DI LUAR PENGADILAN (STUDI TERHADAP PENERAPAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DAN PERADILAN ADAT GAMPONG DI KOTA LANGSA PROVINSI ACEH
Pengarang
M. Nur - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1409200030015
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
346.016 6
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
PERLINDUNGAN KORBAN PERCERAIAN DI LUAR PENGADILAN
(Studi Terhadap Penerapan Undang-Undang Perkawinan dan Peradilan Adat Gampong di Kota Langsa Provinsi Aceh)
M. Nur
Iman Jauhari
Azhari
ABSTRAK
Perceraian menurut Undang-Undang Perkawinan menganut prinsip harus dipersaksikan dan dipersulit, tujuannya untuk dapat melindungi perempuan. Setiap warga negara Indonesia harus tunduk dan patuh terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Namun kenyataannya, perceraian diluar pengadilan masih dilakukan secara adat gampong, perbuatan seperti ini pada masa sekarang dapat memunculkan persoalan baru bagi korban dan pelaku, karena perceraian yang diakui di pengadilan adalah perceraian yang dilakukan di hadapan hakim pengadilan.
Permasalahan yang perlu dikaji dalam penelitian ini adalah perlindungan terhadap hak-hak korban setelah perceraian menurut undang-undang perkawinan dan menurut hukum adat gampong di Kota Langsa Provinsi Aceh.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hak-hak yang diterima korban menurut undang-undang perkawinan dan mengetahui hak-hak yang diterima korban menurut adat gampong.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris,. Sumber data penulisan diperoleh dari penelitian lapangan dengan lokasi penelitian di gampong-gampong dari 5 Kecamatan yang ada di Kota Langsa Propinsi Aceh. Adapun data primer berasal dari hasil wawancara dengan respon dan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari penelitian kepustakaan baik berupa buku-buku, peraturan perundang-undangan, jurnal hukum, hasil-hasil penelitian yang relevan
berdasarkan hasil penelitian, pada tahun 2017, dari jumlah total 289 kasus yang terjadi, diantaranya 276 yang tersentuh Mahkamah Syariyah dan 14 yang tidak tersentuh Mahkamah Syariyah sama sekali. Dengan jumlah responden sebanyak 25 orang yang berhasil di wawancari, ditemukan bahwa hak-hak korban setelah perceraian seperti, biaya masa iddah, nafkah anak, hak atas tempat tinggal, sedikit hak atas harta bersama dan hak untuk menikah lagi yang diakui oleh negara jika dilakukan menurut undang-undang perkawinan, meskipun membutuhkan proses panjang namun dapat diperoleh, sedangkan jika dilakukan perceraian menurut peradilan adat gampong, ada hak-hak korban sering diabaikan, seperti biaya masa iddah, nafkah anak, hak atas tempat tinggal, dan terutama hak untuk menikah lagi yang diakui oleh negara tidak terpenuhi jika diselesaikan perkara perceraian melalui kebiasaan adat gampong, sanksinya hanya sebatas sanksi administrasi dan akan hilang ketika terjadinya pertukaran pemangku adat. Sebagai saran atas perceraian yang dilakukan diluar Mahkamah Syariyah bagi korban masih bisa menggugat suaminya ke pengadilan karena perceraian yang dilakukan diluar pengadilan, negara belum mengakuinya, sehingga masih dianggap sebagai suami sah istrinya, bahkan persoalan yang mengabaikan hak nafkah istri dan anak dapat di katagorikan kasus kekerasan dalam rumah tangga, dan ini bisa dilaporkan ke pengadilan.
Kata Kunci: Perlindungan, Korban, Perceraian, di Luar Pengadilan.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERLINDUNGAN KORBAN PERCERAIAN DI LUAR PENGADILAN (STUDI TERHADAP PENERAPAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DAN PERADILAN ADAT GAMPONG DI KOTA LANGSA PROVINSI ACEH (M. Nur, 2019)
PERAN PERANGKAT KAMPONG DAN KETUA ADAT DALAM MENANGANI PERCERAIAN SECARA ADAT (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM) (Wulandari Br Tumangger, 2024)
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN PENGANIAYAAN BERAT YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (ELLY SEPTIANI, 2018)
PERLINDUNGAN KORBAN TINDAK PIDANA PENGANIAYAANRNDI PASAR YANG DISELESAIKAN DI LUAR PENGADILANRN(SUATU PENELITIAN DI MAJELIS ADAT ACEH WILAYAH ACEH BESAR) (Uswatul Husna, 2014)
STATUS HUKUM TALAK DI LUAR PENGADILAN MENURUT HUKUM POSITIF DI INDONESIA (HANIFUL HUDA, 2022)