Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STATISTIK KRIMINAL JARIMAH KHALWAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM WILAYATUL HISBAH KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
SURFA ZULHASMI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1503101010140
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
STATISTIK KRIMINAL JARIMAH KHALWAT (Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh)
Fakultas Hukum Universitas syiah Kuala
(vii,74) pp.,tabl.,Pic.,bibl.
(Nursiti, S.H., M.Hum.)
Statistik kriminal jarimah khalwat bertujuan untuk memberikan informasi mengenai tingkat pelanggaran khalwat yang terjadi di Kota Banda Aceh. Jarimah khalwat diatur dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, dalam Pasal 1 Angka 23 dirumuskan khalwat adalah perbuatan berada pada tempat tertutup atau tersembunyi antara 2 (dua) orang yang berlainan jenis kelamin yang bukan mahram dan tanpa ikatan perkawinan dengan kerelaan kedua belah pihak mengarah pada perbuatan zina.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik pelaku jarimah khalwat yang terjadi di wilayah hukum Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh dan untuk menjelaskan hambatan serta upaya yang dilakukan Wilayatul Hisbah dalam menanggulangi jarimah khalwat yang terjadi di Kota Banda Aceh.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris. Alat dan bahan yang digunakan berupa data statistik, tabel dan kumpulan rekapitulasi kasus jarimah khalwat serta daftar pertanyaan yang digunakan didalam proses wawancara dengan responden dan informan.
Hasil penelitian Menunjukkan, Karakteristik yang paling tinggi menjadi pelaku Khalwat adalah pelaku yang berjenis kelamin laki-laki (50,4%) berusia 18-25 tahun (57,6%). Lokasi pelanggaran khalwat terjadi di tempat umum (37%). Dengan kasus Khalwat tertinggi di Kecamatan Baiturahman (29,4%). Jenis pekerjaan pelaku Khalwat tertinggi adalah Mahasiswa (25%). Waktu terjadinya khalwat tertinggi adalah pada bulan Maret (11,6%).%). Jenis operasi penangkapan pelaku Khalwat adalah melalui tugas rutin patroli (35,5%), proses penyelesaian terbanyak adalah pembinaan (88,3%). Daerah asal pelaku khalwat terbanyak berasal dari luar Banda Aceh (85,2%). Hambatan wilayatul hisbah dalam menanggulangi jarimah khalwat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal berupa administrasi kasus khalwat, fasilitas kerja yang terbatas, dan anggaran yang terbatas. Faktor eksternal berupa perlawanan dari pelanggar dan anggota masyarakat, kurangnya kesadaran masyarakat, koordinasi lintas instansi. Adapun Upaya yang dilakukan oleh Wilayatul Hisbah untuk menanggulangi khalwat berupa melakukan patroli rutin, mengadakan sosialisasi, menjalin kerja sama dengan penegak hukum lainnya, pembuatan pos pengamanan WH, dan menjalin kerja sama dengan seluruh masyarakat Kota Banda Aceh
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada Lembaga Pendidikan agar memberikan pembinaan kepada remaja. Untuk orang tua untuk meningkatkan pengawasan kepada anak, serta kepada Pemerintah Aceh untuk mengalokasikan dana yang cukup serta menambah penyidik dan SDM yang profesional untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi Satpol PP dan WH.
Tidak Tersedia Deskripsi
STATISTIK KRIMINAL SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN JARIMAH KHALWATRN(SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM WILAYATUL HISBAH KOTA BANDA ACEH) (ILHAM MILAHI, 2025)
PENYITAAN DAN PENYIMPANAN BENDA SITAAN KASUS JARIMAH KHALWAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR`IYAH KOTA BANDA ACEH) (Citra Dewi Keumala, 2016)
PENYELESAIAN JARIMAH KHALWAT SECARA ADAT BERDASARKAN QANUN NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEMBINAAN KEHIDUPAN ADAT DAN ADAT ISTIADAT (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN PIDIE JAYA) (MUHAJIR MUCHLIS, 2016)
HAMBATAN DAN UPAYA WILAYATUL HISBAH DALAM PENEGAKAN QANUN NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG KHALWAT DI KOTA BANDA ACEH (ISWANDI, 2015)
UPAYA WILAYATUL HISBAH (WH) KOTA BANDA ACEH DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BERSYARIAT ISLAM BAGI REMAJA DI KOTA BANDA ACEH (Rizki Amalia, 2016)