<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="5719">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH EKSTRAK DAUN ANDONG (CORDYLINE FRUTICOSA) TERHADAP JUMLAH FIBROBLAS GINGIVA TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN SECARA HISTOPATOLOGIS (PADA HARI KE-14)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Henny</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Gigi</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Nama			:  Henny&#13;
Program Studi		:  Pendidikan Dokter Gigi&#13;
Fakultas		:  Kedokteran Gigi&#13;
Judul	: Pengaruh Ekstrak Daun Andong (Cordyline fructicosa)    Terhadap Jumlah Fibroblas Gingiva Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Jantan Secara Histopatologis (pada hari ke-14)&#13;
&#13;
Penyembuhan luka merupakan proses seluler yang kompleks. Proses penyembuhan luka terdiri dari hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Pada fase proliferasi sel fibroblas berperan penting terhadap penyembuhan luka. Fibroblas berfungsi menghasilkan kolagen yang akan menutupi daerah luka. Pada hari ke-14 jumlah sel fibroblas akan meningkat. Meningkatnya jumlah sel fibroblas akan mempercepat proses penyembuhan luka. Daun Andong merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki kemampuan mempercepat proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun andong terhadap jumlah fibroblas pada tikus putih wistar jantan. Sebanyak 10 ekor tikus putih wistar dibagi kedalam 2 kelompok yaitu, 5 ekor pada kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan apapun setelah luka insisi dilakukan, dan 5 ekor pada kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun andong pada luka insisi bagian gingiva labial mandibula sebanyak 2x sehari setiap 12 jam selama 14 hari. Kemudian jaringan luka diamati secara histopatologis. Hasilnya menunjukkan rerata jumlah fibroblas kelompok kontrol adalah 25,8±4 sedangkan kelompok perlakuan adalah 37,3±6. Hasil uji statistik Mann-Whitney dengan nilai signifikan p=0,028 (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>ORAL HYGIENE - DENTISTRY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MEIDCINAL PLANTS</topic>
 </subject>
 <classification>617.601</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>5719</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-04-17 10:18:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-28 10:09:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>