VARIASI PELAPISAN LILIN LEBAH (BEESWAX) PADA BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

VARIASI PELAPISAN LILIN LEBAH (BEESWAX) PADA BUAH ALPUKAT (PERSEA AMERICANA) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN


Pengarang

Nurul Yulianda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0905106010026

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Buah alpukat termasuk ke dalam jenis buah yang mudah rusak. Penanganan buah alpukat setelah dipanen (pasca panen) saat ini masih menjadi masalah yang perlu mendapatkan perhatian yang serius. Penelitian tentang variasi pelapisan lilin pada buah alpukat menggunakan lilin lebah diharapkan dapat mengatasi permasalahan para petani dan produsen selama ini yaitu dalam hal mempertahankan mutu dan kualitas buah alpukat itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi lilin dan suhu penyimpanan terhadap mutu buah alpukat (Persea americana) selama penyimpanan.
Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor yaitu pelapisan lilin (4%, 6% dan 8%) dan suhu penyimpanan (5ºC, 15ºC dan 28ºC). Analisa data yang diamati meliputi: susut bobot, total padatan terlarut, kekerasan, kadar lemak dan uji organoleptik (kesegaran).
Dari hasil penelitian didapatkan perlakuan terbaik pada buah alpukat dengan konsentrasi lilin 4% yang disimpan pada suhu 15ºC. Masih diterima konsumen hingga hari ke-30 penyimpanan dengan persentase susut bobot sebesar 11,71%, Untuk persentase total padatan terlarutnya sebesar 7% brix, kekerasan 2,4 kg/cm2, kadar lemak 56,5% dan uji organoleptik kesegaran 1,7 (netral). Tingkat kesukaan panelis pada kesegaran buah alpukat yang disimpan pada suhu ruang (28ºC) telah ditolak pada hari ke-10 penyimpanan dengan nilai batas penolakan 1,5 pada konsentrasi 4%, 1,4 pada konsentrasi 6%, dan 1,2 pada konsentrasi 8%. Sedangkan pada penyimpanan suhu dingin 5ºC dan 15ºC pengujian dilakukan hingga hari ke-30 dimana pada hari ke-30 panelis memberikan skor (1,3, 1,2 dan 1,1) pada buah alpukat dengan konsentrasi lilin 4%, 6% dan 8% pada penyimpanan suhu 5ºC. Sedangkan pada penyimpanan 15ºC panelis memberi skor (1,7) untuk konsentrasi lilin 4% dan (1) untuk konsentrasi lilin 6% dan 8%. Pada hari ke-30 ini panelis sudah menolak buah alpukat pada penyimpanan suhu dingin. Dari analisis sidik ragam diperoleh bahwa perlakuan konsentrasi lilin berpengaruh terhadap susut bobot dan total padatan terlarut buah alpukat. Perlakuan suhu penyimpanan berpengaruh terhadap total padatan terlarut dan uji organoleptik kesegaran. Sedangkan kekerasan dan kadar lemak buah tidak berpengaruh terhadap perlakuan konsentrasi lilin dan suhu penyimpanan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK