<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="57052">
 <titleInfo>
  <title>KETIADAAN BATAS MINIMUM KHUSUS ‘UQUBAT RESTITUSI DALAM QANUN NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM JINAYAT DALAM KONTEKS PERKEMBANGAN HUKUM PIDANA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurul Fajri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Masalah sistem minimum khusus  erat kaitannya dengan tujuan pemidanaan &#13;
yaitu untuk memperbaiki terpidana maupun masyarakat, juga berkaitan   erat &#13;
dengan tujuan pembaharuan  hukum pidana yaitu untuk penanggulangan &#13;
kejahatan.  Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana  pengaturan restitusi &#13;
dalam Qanun Jinayat dilihat dari perkembangan hukum pidana terkait minimum &#13;
dan maksimum pidana,  dan bagaimana  mekanisme permintaan restitusi oleh &#13;
korban dalam konteks Qanun Jinayat.&#13;
Penelitian ini bertujuan  untuk memahami  dan menjelaskan  pengaturan &#13;
restitusi dalam Qanun Jinayat dilihat dari perkembangan hukum pidana terkait &#13;
dengan minimum dan maksimum pidana serta  menganalisis mekanisme &#13;
permintaan restitusi oleh korban dalam konteks Qanun Jinayat.&#13;
Metode penelitian yang  digunakan adalah yuridis normatif  dengan &#13;
menggunakan tiga jenis pendekatan yaitu  pendekatan  konseptual, pendekatan &#13;
historis  dan juga pendekatan perundang-undangan.  Jenis  data  yang digunakan &#13;
dalam  penelitian ini  adalah  data  sekunder berupa buku-buku dan juga  peraturan &#13;
perundang-undangan yang berkaitan dengan objek penelitian. Adapun data primer&#13;
diperoleh dari teori-teori hukum dalam hukum pidana dan  pendapat-pendapat para &#13;
ahli hukum dalam buku-buku.  Diuraikan dengan menggunakan analisis  secara &#13;
kualitatif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa  „uqubat restitusi yang terdapat dalam &#13;
Qanun Jinayat hanya menyebutkan batasan maksimum khususnya saja tanpa &#13;
menyebutkan batas minimum khususnya. Hal ini tidak sesuai dan tidak sejalan &#13;
dengan perkembangan hukum pidana yang mengharuskan penyertaan batasan &#13;
minimum khusus terhadap delik-delik yang dianggap sangat berbahaya dan &#13;
meresahkan masyarakat.  Adapun mengenai mekanisme prosedural permohonan &#13;
restitusi oleh korban dalam konteks Qanun Jinayat sama dengan mekani sme yang &#13;
terdapat didalam KUHAP, yaitu penggabungan perkara antara pidana dan perdata.&#13;
Restitusi didalam Qanun Jinayat disamakan dengan kompensasi, sehingga &#13;
berpedoman pada penggabungan perkara pidana dan perdata,.&#13;
Saran dalam masalah ini kepada Pemerintah Aceh dan para pembuat &#13;
kebijakan lainnya harus memperbaiki Qanun Jinayat dengan  merumuskan batas minimum  khusus terhadap ;uqubat restitusi. Sehingga kecil kemunkinan &#13;
terjadinya disparitas pidana. Kemudian untuk  korban tindak pidana berat &#13;
seharusnya  tetap mendapatkan ganti kerugian yang wajib dibayarkan oleh pelaku &#13;
(restitusi) tanpa harus mengajukan permohonan perdata kepada majelis hakim &#13;
yang memeriksa perkara. Dengan demikian, akan lebih mengakomodir hak korban &#13;
tindak pidana yang merugikan orang lain sekaligus menyiratkan penegakan &#13;
hukum yang adil dan melindungi HAM warga Negara&#13;
Kata kunci: Pidana Minimum Khusus, Restitusi, Perkembangan Hukum Pidana</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>57052</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-04-30 13:49:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-04-30 14:13:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>