Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
APLIKASI MARKOV CHAIN ANALYSIS PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2019 (KAMPANYE VIA MEDIA SOSIAL: #2019GANTIPRESIDEN VERSUS #2019TETAPJOKOWI)
Pengarang
FARA INKA DURRAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1508108010027
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Fenomena “Perang Tagar” yang terjadi pada masa kampanye calon presiden dan wakil presiden Indonesia tahun 2019 ini menjadi hal yang menarik untuk dianalisa. Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu menghitung peluang salah satu hashtag pendukung pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 02 H. Prabowo Subianto bersama Sandiaga Salahuddin Uno, MBA akan lebih unggul dibandingkan dengan hashtag pendukung paslon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Ir. H. Joko Widodo bersama Prof. Dr. (HC). KH. Ma’ruf Amin dengan menggunakan Markov Chain Analysis. Adapun tujuan lainnya yaitu untuk menganalisa hubungan jenis konten pada satu hashtag terhadap hashtag lainnya menggunakan analisis korelasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari website http://brand24.com yang terdiri dari beberapa media sosial yaitu: facebook, instagram, twitter, blog, video, forum, news, dan web. Data yang dikumpulkan dari tanggal 20 Agustus 2018 hingga 26 Februari 2019. Pada penelitian ini digunakan dua buah hashtag yang dianggap dapat mewakili masing-masing kelompok pendukung yaitu #2019tetapjokowi untuk pendukung pasangan nomor urut 01 dan #2019gantipresiden untuk pendukung pasangan nomor urut 02. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu peluang jumlah penyebutan #2019gantipresiden akan lebih banyak dibandingkan #2019tetapjokowi pada hari pemilihan presiden (17 April 2019) adalah sebesar 0,58116. Sehingga pada hari pelaksanaan pemilihan presiden 2019 mendatang diperkirakan paslon nomor urut 02 memiliki kemungkinan lebih besar untuk memperoleh lebih banyak dukungan suara dibandingkan paslon nomor urut 01. Berdasarkan hasil dari analisis korelasi dapat diketahui bahwa jenis konten (positif, negatif, netral) pada masing-masing hashtag pada hari sebelumnya memiliki hubungan positif dengan jumlah penyebutan hashtag untuk pasangan calon yang lain pada keesokan harinya. Penyebutan #2019gantipresiden lebih stabil terhadap konten negatif dibandingkan penyebutan #2019tetapjokowi.
Kata kunci: #2019gantipresiden, #2019tetapjokowi, Markov Chain Analysis, matriks peluang transisi, media sosial
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PANDANGAN TOKOH MASYRAKAT TERKAIT GERAKAN #2019GANTIPRESIDEN DAN KORELASI KEKALAHAN JOKO WIDODO DI KOTA BANDA ACEH (hajrul rahmat, 2020)
PENGARUH KAMPANYE #2019GANTIPRESIDENDI MEDIA ONLINE DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT ACEH TENGAH (ARIF RIZKI, 2020)
PENGARUH POLITIK IDENTITAS ANIES BASWEDAN DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU MEMILIH GEN Z PADA PEMILIHAN CALON PRESIDEN TAHUN 2024 DI KOTA BANDA ACEH (NURMALISA, 2025)
FENOMENA PERANG TANDA PAGAR #2019GANTIPRESIDEN DAN #JOKOWI2PERIODE DI INSTAGRAM DALAM MEMBANGUN KONTRUKTIVISME BERFIKIR PEMILIH PEMULA (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA) (Ahmad Firdaus, 2019)
TANTANGAN PARTAI ACEH DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA KAMPANYE (MUSHALLIN, 2022)