KAJI SISTEM PENGERING KAKAO DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI HYBRID (ENERGI MATAHARI DAN BAHAN BAKAR GAS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAJI SISTEM PENGERING KAKAO DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI HYBRID (ENERGI MATAHARI DAN BAHAN BAKAR GAS)


Pengarang

Farid Isnan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404102010033

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kakao merupakan salah satu komuditas pertanian yang tumbuh subur di Aceh yang dapat berbuah sepanjang tahun. Luas area lahan produktif kakao tahun 2017 mencapai 98.233 hektar (HA). Hasil panen mencapai 32.403 ton pertahunnya. Namun, dengan iklim di Aceh yang tropis, ketika musim kemarau proses pengeringan masih dapat berlangsung, tetapi ketika musim hujan proses pengeringan akan terganggu dan apabila cuaca tidak kunjung cerah maka dapat menyebabkan kehadiran jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sistem pengeringan yang lebih optimal sehingga dapat digunakan disaat cuaca cerah maupun hujan. Penelitian ini mengkaji tentang sistem pengeringan dengan 3 metode pengeringan yaitu pengering kolektor surya, pengering pembakaran dan pengering hybrid. Dari hasil penelitian total 16 kg menggunakan kolektor surya, waktu pengeringan 25 jam dengan energi total yang digunakan sebesar 23.491,01 kj. Pada pengujian menggunakan energi hybrid, waktu pengeringan 15 jam dengan energi yang digunakan sebesar 160.636,19 kj. Pada pengujian menggunakan energi pembakaran, waktu pengeringan 14 jam dengann energi yang digunakan sebesar 184.546,58 kj. Disimpulkan bahwa pengeringan hybrid mendapatkan hasil yang paling baik dari segi warna, aroma kakao lebih wangi, kakao tidak berjamur dan biji tidak pecah sehingga mecapai mutu I SNI.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK