<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="56457">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI ANTAR-BUDAYA DALAM KELUARGA CAMPURAN (STUDI TENTANG PENGELOLAAN EMOSI DAN KOMITMEN MEMPERTAHANKAN RUMAH TANGGA PADA KELUARGA CAMPURAN TIONGHOA-ACEH DI BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IRHAM SYAHPUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan emosi setiap individu pada pasangan kawin campur antara Etnis Aceh dengan Etnis Tionghoa, serta komitmen setiap pasangan keluarga campuran dalam mempertahankan rumah tangga yang memiliki perbedaan etnis. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah pasangan yang menikah beda suku antara suku Aceh dengan suku Tionghoa. Berdasarkan hasil penelitian ini, Latar belakang personal pasangan perkawinan campuran antara suku Aceh dengan suku Tionghoa di awali dengan bermacam-macam hal, ada yang memang sengaja bertemu di tempat kerja, ada yang didasari oleh cinta yang mempertemukan mereka, dan ada juga yang pernah menjadi tetangga sejak dulu, serta bisa dibilang bervariasi. Dalam hal pengelolaan emosi, setiap pasangan memiliki keberagaman dalam berpendapat. Namun, hampir keseluruhan pasangan pernikahan campuran ini menunjukkan sikap kedewasaannya dalam mengelola emosi. Baik itu emosi amarah, sedih, bahagia, rasa takut, kecewa, dan emosi-emosi lainnya. Mengenai komitmen mempertahankan rumah tangga, setiap pasangan pernikahan beda budaya ini memiliki tekad yang sangat kuat dalam mempertahankan rumah tangganya, mereka menganggap bahwa untuk mencapai ke tahap ini bukanlah yang mudah. Banyak suka dan duka harus dilewati masing-masing pasangan  ini hingga pernikahan mereka masih bias dipertahankan hingga saat ini.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>INTERPERSONAL COMMUNICATION - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>56457</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-03-25 22:52:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-04-16 08:52:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>