<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="56321">
 <titleInfo>
  <title>MODIFIKASI TEKNIK ULTRAFILTRASI UNTUK REDUKSI COLIFORM, LOGAM FE DAN MN PADA AIR SUMUR MASYARAKAT BANDA ACEH PASCA 14 TAHUN TSUNAMI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FERDIUS RUDIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri menyebabkan kebutuhan air bersih akan terus bertambah. Sementara itu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak bisa mencukupi suplai air kepada seluruh masyarakat Banda Aceh. Oleh karena itu, masyarakat cendrung menggunakan air sumur sebagai air bersih maupun air minum. Namun, banyak kasus air sumur di Banda Aceh yang terkena imbas tsunami mengandung bakteri coliform dan kandungan logam berat (Fe dan Mn) melebihi standar baku mutu sehingga berdampak negatif bagi kesehatan. Atas dasar pertimbangan itulah diperlukan penangganan khusus untuk mereduksi coliform dan logam berat (Fe dan Mn) pada air tersebut. Teknologi membran merupakan salah satu teknologi pengolahan air. Pada penelitian ini akan dimodifikasi teknik ultafiltasi dengan menggunakan dua sistem yaitu down-flow dan up-flow yang bertujuan untuk mengalirkan retentate ke wadah feed sehingga dapat mencegah terbentuknya cake pada permukaan membrane. Membran ultrafiltrasi dibuat dari polimer polyethersulfone (PES) dengan menggunkan pelarut dimetilformamida (DMF) dan zat adiktif Fe2O3 dalam proses pembuatan membran ultrafiltrasi, PES dibuat dengan cara inversi fasa dengan metode pencelupan dalam bak koagulasi yang berisi larutan non-solven, konsentrasi PES yang digunakan adalah 20%. Membran yang dihasilkan dikarakterisasi berupa fluks membrane, nilai fluks yang hasilkan pada membran PES murni dengan tekanan operasi yang sama yaitu 1.5 bar lebih tinggi yaitu  484.1562 mL/m2.menit dibandingkan nilai fluks pada membrane PES/(Fe2O3 0.125%) yaitu 117.3211 mL/m2.menit. &#13;
Kata kunci : Modifikasi teknik ultrafiltrasi, zat aditif Fe2O3, Polyethersulfone (PES),  air sumur, reduksi  coliform dan logam berat</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>56321</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-03-23 11:39:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-25 09:05:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>