Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJI PERILAKU PEMBAKARAN CAMPURAN AMPAS KEDELAI-BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR BIO-BRIKET PADA DAPUR INDUSTRI RUMAH TANGGA
Pengarang
Muharram - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1404102010018
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Industri merupakan salah satu penghasil limbah atau sisa buangan hasil dari suatu kegiatan produksi, salah satunya adalah industri tahu dan tempe. Limbah industri rumah tangga ini sering dibuang begitu saja, limbah yang terbuang antara lain berupa kulit dari kacang kedelai atau sering juga di sebut kulit ari kedelai. Akan tetapi limbah biomassa ini masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa, dimana limbah tersebut masih mengandung unsur senyawa carbon (C) dan beberapa kandungan unsur lainnya. Biomassa merupakan bahan bakar berasal dari bahan organik yang ketersediaannya sagat melimpah serta dapat diperbaharui. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian perilaku pembakaran campuran ampas kedelai-batubara sebagai bahan bakar bio-briket pada dapur industri rumah tangga. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan massa terhadap variasi ampas kedelai, efek laju pembakaran terhadap variasi ampas kedelai dan mengetahui efek variasi ampas kedelai terhadap temperatur api. Kajian perilaku pembakaran campuran ampas kedelai-batubara sebagai bahan bakar bio-briket pada dapur industri rumah tangga dapat disimpulkan bahwa terdapat efek penurunana massa terhadap variasi ampas kedelai. Dimana semakin banyak komposisi ampas kedelai maka semakin cepat terjadinya penurunan massa. Hal ini disebabkan oleh pengaruh nilai zat terbang (VM) pada ampas kedelai lebih tinggi dibandingkan dengan batubara yaitu sebesar 80.01% pada ampas kedelai dan 46.00% pada batubara. Semakin besar kandungan ampas kedelai dalam bio-briket, semakin rendah fraksi yang tak terbakar. Ini disebabkan oleh pengaruh dari nilai karbon tetap (FC) dari ampas kedelai yang rendah dibandingkan dengan nilai karbon tetap (FC) pada batubara yaitu sebesar 13,8% pada ampas kedelai dan 42,77 pada batubara. Pencapain temperatur api tertinggi diperoleh pada campuran ampas kedelai 50% dengan komposisi 50%:40%:10% yaitu sebesar 711 ?C, dan temperatur api terendah ditunjukkan oleh pembakaran dengan campuran ampas kedelai 10% dengan komposisi 10%:80%:10% yaitu sebesar 445 ?C.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET AMPAS KOPI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PADA DAPUR KOPI (Irfan Arwiyan, 2021)
ANALISIS MANFAAT BATUBARA MUDA SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BRIKET UNTUK INDUSTRI PEMBAKARAN BATUBATA (Dhays H Idham, 2025)
KAJI KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BIOBRIKET (BATUBARA - SABUT KELAPA) SEBAGAI BAHAN BAKAR KOMPOR KONVENSIONAL (Muhammad Faisal .M, 2024)
KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK DEGRADASI BRIKET BIJIH BESI CAMPURAN BATUBARA MUDA (Muhammad Afif, 2016)
KAJIAN PEMANFAATAN BRIKET CAMPURAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN BATUBARA SEBAGAI BARAN BAKAR ALTERNATIF (Mona, 2022)