<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="56195">
 <titleInfo>
  <title>KONTRIBUSI LEMBAGA KEUANGAN TERHADAP PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI NILAM DI ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Uswatun Hasanah Nura</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nilam menjadi salah satu mata pencaharian penting bagi masyarakat di Kabupaten&#13;
Aceh Jaya. Nilam Aceh (Pogostemon Cablin Benth) merupakan salah satu nilam terbaik&#13;
dunia dengan kandungan Patchouli Alkohol (PA) diatas 30%. Nilam di Kabupaten Aceh&#13;
Jaya pernah berjaya dengan mencatat harga tertinggi pada masanya, namun terus menurun&#13;
hingga saat ini. Pengembangan agroindustri nilam di Aceh jaya banyak menghadapi&#13;
permasalahan pada tingkat petani maupun industrinya. Petani seringkali menghadapi&#13;
kendala dalam hal pembiayaan dan permodalan, baik pada masa awal penanaman maupun&#13;
saat panen. Industri nilam pun demikian, adanya keterbatasan seperti ketersedian bahan&#13;
baku, pengendalian harga, pembeli dan sebagainya. Salah satu faktor yang penting untuk&#13;
keberlansungan agroindustri nilam adalah kontribusi modal atau finansial dari lembaga&#13;
keuangan. Kontribusi finansial yang dapat diberikan kepada petani nilam berupa&#13;
kemudahan kredit dan suku bunga yang terjangkau, baik yang berasal dari perbankan,&#13;
koperasi dan mitra lainnya.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kontribusi finansial yang diberikan&#13;
lembaga keuangan pada agroindustri nilam; (2) mengindentifikasi kebijakan lembaga&#13;
keuangan terhadap pengembangan agroindustri nilam dan persepsi lembaga keuangan&#13;
terhadap risiko finansial petani nilam; (3) mengidentifikasi persepsi petani nilam terhadap&#13;
pembiayaan lembaga keuangan pada pengembangan agroindustri nilam.&#13;
Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive&#13;
sampling. Sedangkan jenis data yang digunakan adalah data observasi dan wawancara&#13;
dengan merancang beberapa pertanyaan dalam bentuk kuesioner. Data diperoleh dari data&#13;
primer dan data sekunder, yang kemudian dapat di analisis dengan metode deskriptif&#13;
kualitatif dan kuantitatif.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi lembaga keuangan terhadap&#13;
pengembangan agroindustri nilam di Kabupaten Aceh Jaya di kategorikan rendah,&#13;
kontribusi tertinggi berasal dari modal pribadi yaitu sebesar 97,55%, dan kontribusi dari&#13;
koperasi sebesar 2,45% serta lembaga perbankan diduga memberikan kontribusi dalam&#13;
pengembangan agroindustri nilam di Aceh Jaya, namun terkendala aspek kerahasiaan data&#13;
perbankan.&#13;
Persepsi lembaga keuangan terhadap risiko usahatani nilam di Kabupaten Aceh&#13;
Jaya dapat di kategorikan berisiko rendah. Hal ini disebabkan oleh adanya pemberian&#13;
angunan dari pihak perbankan dan koperasi, serta minimnya kredit macet yang terjadi.&#13;
Sedangkan kebijakan lembaga keuangan terhadap pengembangan agroindustri nilam tidak&#13;
berbeda dengan kebijakan pengembangan agroindustri komoditas lainnya. Adapun&#13;
kebijakannya dilihat berdasarkan analisis kelayakan, bunga pemberian kredit, kesesuaian&#13;
antar jumlah pinjaman dan kebutuhan dana.&#13;
Persepsi petani nilam terhadap fasilitas pembiayaan lembaga keuangan pada&#13;
agroindustri nilam adalah berbeda antara petani satu lainnya yakni persepsi petani&#13;
cenderung negatif atau sulit terhadap pembiayaan yang di berikan. Hal ini disebabkan oleh&#13;
adanya gap atau ketidak terhubungan antara petani dengan pihak lembaga keuangan</note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL PRODUCT - ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>OILSEED PLANTS</topic>
 </subject>
 <classification>338.17</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>56195</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-03-22 09:33:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-20 10:38:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>