Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH SUBSTITUSI ABU SEKAM DENGAN KULIT TANDUK BIJI KOPI DAN PERBEDAAN METODE PENANGANANNYA TERHADAP MUTU BOKASI
Pengarang
muhammad teddy - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1205105010059
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Muhammad Teddy. 1205105010059. Pengaruh Substitusi Abu Sekam dengan Kulit Tanduk Biji Kopi dan Perbedaan Metode Penanganannya terhadap Mutu Bokasi di bawah Bimbingan Irfan sebagai Ketua dan Dewi Yunita sebagai Anggota.
RINGKASAN
Bokasi adalah pupuk organik yang dapat dibuat menggunakan bahan seperti kotoran hewan, abu sekam, serbuk gergaji dan dedak. Pada daerah penghasil kopi, limbah kulit tanduk biji kopi juga dapat dijadikan sebagai pupuk alami. Abu sekam dan kulit tanduk biji kopi pada umumnya dapat berfungsi sebagai penggebur tanah sehingga mempermudah akar tanaman dalam menyerap unsur hara serta memperbaiki tanah. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi abu sekam dengan kulit tanduk biji kopi dan perbedaan metode penanganannya dalam pembuatan bokasi terhadap mutu bokasi yang dihasilkan.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah perbandingan abu sekam dan kulit tanduk biji kopi yang terdiri dari 5 taraf (1:0, 2:1, 1:1, 1:2, 0:1) dan faktor II adalah penanganan kulit tanduk biji kopi yang terdiri dari 2 taraf (dibakar dan tanpa dibakar). Dengan demikian, terdapat 5 kombinasi taraf perbandingan dengan metode penanganannya 2 dan jumlah ulangan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 30 satuan percobaan. Analisis yang dilakukan meliputi : total mikroorganisme (TPC), pH, unsur C, unsur N, rasio C/N, temperature, kadar air, organoleptik (tekstur, bau dan warna).
Hasil penilitian menunjukkan hasil sidik ragam pada interaksi abu sekam dengan kulit tanduk biji kopi (AK) serta dengan metode penanganannya berpengaruh sangat nyata (P?0,01) terhadap total mikroorganisme, nilai pH, nilai unsur Karbon, nilai unsur Nitrogen, temperatur, kadar air dan uji tinggi tanaman. Tetapi tidak berpengaruh nyata (P?0,05) terhadap analisis organoleptik (tekstur, aroma, dan warna). Tingginya pebandingan abu sekam dan kulit tanduk biji kopi dengan metode penanganannya dibakar maupun tanpa dibakar cenderung meningkatkan nilaipH, nilai karbon (C), nilai C/N rasio, kadar air.
Berdasarkan dari semua uji yang dilakukan terdapat kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan perbandingan abu sekam dengan kulit tanduk biji kopi 2:1 dan metode penanganannya yaitu dibakar dan tanpa dibakar menghasilkan total mikroorganisme, kadar air, pH, temperatur, rasio C/N dan uji tanaman (tinggi tanaman) yang terbaik.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENGGUNAAN ABU SEKAM KULIT KOPI SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN LATASTON (HRS-WC) (M. MULANANDA RISKI, 2020)
PENGARUH PENAMBAHAN JENIS DAN PROPORSI LIMBAH KOPI TERHADAP MUTU MIKROORGANISME LOKAL (MOL) (DISTIA DARA, 2026)
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PULP KOPI DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU BOKASI (Donny Heansyah Putra, 2017)
PERBAIKAN KUALITAS BIJI KOPI ARABIKA GAYO MELALUI SORTASI UKURAN BUAH PADA BEBERAPA KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH (MUHAMMAD MUFLIH SIREGAR, 2024)
PENGGUNAAN KOMPOS SUMBER BAHAN BAKU LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KANDUNGAN BEBERAPA HARA MAKRO PADA DAUN TANAMAN KOPI ARABIKA DI KECAMATAN TIMANG GAJAH KABUPATEN BENER MERIAH (Yardani, 2021)