APLIKASI TEKNOLOGI NEAR INFRARED REFLECTANCE SPECTROSCOPY (NIRS) UNTUK MEMBEDAKAN BERAS APEK DAN TIDAK APEK MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

APLIKASI TEKNOLOGI NEAR INFRARED REFLECTANCE SPECTROSCOPY (NIRS) UNTUK MEMBEDAKAN BERAS APEK DAN TIDAK APEK MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA)


Pengarang

Herlina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1405106010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak. Beras merupakan salah satu tanaman pangan utama hampir dari setengah populasi dunia. Beras sebagai menu pokok ini memiliki kandungan pati yang cukup besar. Selain itu, dalam beras juga mengandung vitamin, protein, mineral, dan air. Pendistribusian beras terkadang membuat beras rusak yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti penyimpanan yang terlalu lama, dan suhu tempat penyimpanan beras. Beras yang terendam air juga bisa menyebabkan beras itu rusak, seperti beras yang ada dalam gudang yang terkena air hujan yang dapat menyebabkan beras tersebut bau apek. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun model pendugaan mutu beras berdasarkan sifat apek beras menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) dengan pretreatment De-Trending (DT). Penelitian ini menggunakan alat FT-IR IPTEK T-1516. Bahan yang digunakan adalah beras varietas Ciherang 20 g per sampel dengan total jumlah sebanyak 56 sampel. Untuk memperoleh beras apek dilakukan perendaman selama 2 jam dengan penyimpanan 2 hari, 4 hari dan 6 hari dan beras dikeringkan di bawah sinar matahari. Perlakuan terhadap bahan dibagi 2, pertama beras tanpa campuran dan kedua beras dengan campuran. Pencampuran beras bagus dengan beras apek dengan rasio 75% dan 25%. Akuisisi spectrum beras dilakukan dalam bentuk tumpukan. Masing-masing sampel yang telah dimasukkan ke dalam botol plastik akan dilakukan pengambilan spektrum dengan cara diletakkan masing-masing sampel tersebut pada lubang sinar. Untuk mengekplorasi kemiripan spectrum antar sampel dan untuk mencari outlier data dengan menggunakan metode Hotteling T2 ellipse. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh NIRS mampu menghasilkan klasifikasi beras bagus dan beras apek dengan tingkat keberhasilan di atas 80%. Pretreatment DT mampu menghasilkan model klasifikasi beras sehingga mencapai keberhasilan 83,33%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK