<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="56127">
 <titleInfo>
  <title>KANDUNGAN FE, AL, DAN SI BEBAS SERTA STATUS KESUBURAN TANAH PADA BEBERAPA ORDO TANAH DI LAHAN KERING KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. Zada Nurnikmat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Aceh Besar memiliki lahan kering yang masih cukup luas yang terdiri dari beberapa ordo tanah seperti Entisol, Andisol, Inceptisol, Mollisol, Ultisol, dan Oxisol. Ordo tanah ini terbentuk dari bahan induk yang berbeda sehingga menghasilkan komposisi mineral yang berbeda pula. Lahan kering mempunyai potensi yang cukup luas untuk dikembangkan, sebagai lahan pertanian, tetapi pemanfaatan lahan kering ini banyak menghadapi masalah dan kendala karena umumnya mengandung mineral yang miskin unsur hara serta kaya akan oksida Al, Fe, dan Si. Permasalahan pada lahan kering di wilayah tropika basah adalah kekurangan air pada saat musim kemarau, reaksi tanah yang masam, miskin unsur hara, kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa rendah, serta keadaan tanah yang peka terhadap erosi merupakan kendala lingkungan yang paling dominan di kawasan lahan kering.&#13;
	Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Fe, Al, dan Si-bebas pada empat ordo tanah di lahan kering Kabupaten Aceh Besar yaitu Entisol (Typic Udorthent), Inceptisol (Oxyaquic Dystrudept), Ultisol (Typic Kandiaquult), dan Oxisol (Plinthic Kandiudox). Penelitian ini menggunakan metode survai deskriptif yaitu melalui kegiatan observasi lapangan analisis laboratorium untuk mengumpulkan data. Survai lapangan dilakukan untuk pengamatan profil tanah/identifikasi ordo (subgrup) tanah dan pengambilan sampel tanah untuk dianalisis di laboratorium. Sampel tanah diambil pada setiap lapisan horizon dari masing-masing ordo tanah, sebelum di analisis dikering-anginkan, kemudian ditumbuk dan diayak menggunakan ayakan 2,0 mm untuk analisis tekstur tanah dan menggunakan ayakan 0,5 mm untuk analisis sifat-sifat kimia tanah. Prosedut analisis tanah dan metode berpedoman pada prosedur yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Tanah Bogor (2005), sedangkan kandungan Fe, Al, dan Si-bebas di analisis menggunakan metode Holmgren yaitu dengan ekstraksi tanah menggunakan larutan ekstraksi sodium dithionit 0,1 M dan dilakukan pengukuran dengan AAS (atomic absorption spectrophotometer).&#13;
&#13;
	Kandungan Fe-bebas pada empat ordo tanah di lahan kering Kabupaten Aceh Besar  tergolong rendah berkisar dari 0,01 – 1,89% dan nilai Fe-bebas tersebut tidak jauh berbeda antar ordo Entisol, Inceptisol, Ultisol, dan Oxisol. Kandungan Al-bebas sangat bervariasi antar ordo tanah dan lapisan horizon dengan nilai berkisar dari 0,02 – 13,14% rendah hingga tinggi. Kandungan Al-bebas secara berurutan dari tinggi ke rendah adalah: Ultisol &gt; Oxisol &gt; Entisol &gt; Inceptisol. Kandungan Si-bebas pada keempat ordo tanah (Entisol, Inceptisol, Ultisol, dan Oxisol) di lahan kering Kabupaten Aceh Besar bervariasi dari sangat rendah sampai tinggi 0,10 – 10,90%. Distribusi dan perubahan kandungan Fe, Al, dan Si-bebas pada beberapa ordo tanah di lahan kering Kabupaten Aceh Besar sangat beragam. Kandungan Al-bebas dan Si-bebas bervariasi dengan kedalaman tanah, sedangkan kandungan Fe-bebas semakin berkurang dengan bertambahnya kedalaman tanah. Status kesuburan tanah pada keempat ordo tanah di lahan kering Kabupaten Aceh Besar temasuk kesuburan tanah rendah, hal ini disebabkan karena kandungan C-organik dan kejenuhan basa rendah.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>SOIL</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LAND USE SURVEYS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>56127</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-03-21 16:08:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-28 09:17:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>