<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55975">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI FORMALIN PADA BUAH TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL) DENGAN TEKNOLOGI HIDUNG ELEKTRONIK (ELECTRONIC NOSE)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IRFAN MAIBRIADI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak,  Tujuan dari penelitian ini adalah mendeteksi kandungan dan kadar formalin pada buah tomat dengan menggunakan instrument berbasis teknologi Electronic nose. Penelitian ini menggunakan buah tomat yang telah direndam dengan formalin dengan kadar 0.5%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan buah tomat tanpa perendaman dengan formalin (0%). Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 18 sampel. Pengukuran spektrum beras menggunakan sensor Piezoelectric Tranducer. Klasifikasi data spektrum buah tomat menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA) dengan pretreatment nya adalah Gap Reduction. Hasil penelitian ini diperoleh yaitu: Hidung elektronik mulai merespon aroma formalin pada buah tomat pada detik ke-8.14, dan dapat mengklasifikasikan kandungan dan kadar formalin pada buah tomat pada detik ke 25.77. Hidung elektronik yang dikombinasikan dengan metode principal component analysis (PCA) telah berhasil mendeteksikandungan dan kadar formalin pada buah tomat dengan tingkat keberhasilan sebesar 99% (PC-1 sebesar 93% dan PC-2 sebesar 6%). Perbedaan kadar formalin menjadi faktor utama yang menyebabkan Elektronik nose mampu membedakan sampel buah tomat yang diuji, karena semakin tinggi kadar formalin pada buah tomat maka aroma khas dari buah tomat pun semakin menghilang, sehingga Electronic nose yang berbasis kemampuan penciuman dapat membedakannya.</note>
 <subject authority="">
  <topic>FORMALIN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICAL CHEMISTRY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>55975</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-03-20 16:04:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-06-28 09:50:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>