Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN KARAKTERISTIK PENGERINGAN JAHE GAJAH (ZINGIBER OFFICINALE ROSC) MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE HOHENHEIM
Pengarang
Rahmadi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1305106010013
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
Jahe gajah berpotensi untuk diolah menjadi bahan baku obat-obatan serta manfaat lainnya dalam bentuk simplisia. Salah satu tahapan penting dalam pengolahan simplisia jahe gajah adalah proses pengeringan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik pengering jahe gajah berdasarkam ketebalan irisannya dengan menggunakan alat pengering tipe Hohenheim.
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah satu unit alat pengering surya tipe Hohenheim, timbangan analitik, pisau, humidity meter, termometer, solari meter, alat pengirisan, cawan, dan oven. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 kg jahe gajah. Penelitian ini menggunakan analisa data secara deskriptif. Perlakuan yang diberikan adalah variasi ketebalan irisan jahe gajah yaitu ketebalan irisan 3 mm, 4 mm dan 5 mm. Parameter penelitian ini meliputi iradiasi surya, suhu pengering, kelembaban relatif, kadar air, kadar abu, rendemen, warna dan organoleptik warna dan aroma.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata iradiasi surya selama proses pengeringan adalah 403,2 W/m2. Rata-rata suhu ruang pengering adalah 51°C (pada jarak 50cm dari absorber), 51 °C (pada jarak 150cm dari absorber), dan 46 °C (pada jarak 250cm dari absorber). Suhu rata rata dalam alat pengering sebesar 50 °C sedangkan suhu rata-rata lingkungan adalah 33°C, dan terdapat hubungan negatif kuat antara suhu dan RH dengan nilai faktor determinasi (R2) sebesar 70%, dimana kenaikan suhu 1°C akan mengakibatkan penurunan RH sebesar 1,9%. Kelembaban relatif rata-rata pada lingkungan didapatkan nilainya yaitu 58,74 %, kemudian untuk kelembaban relatif alat pengering pada jarak 50 cm didapatkan yaitu 62,63 %, untuk jarak 150 cm didapatkan 59,64 % sedangkan pada jarak 250 cm didapatkan hasilnya yaitu 60,07 %. Penurunan kadar air jahe gajah lebih cepat diperoleh pada irisan ketebalan 3 dan 4 mm yaitu dalam waktu 7 jam pengeringan dibandingkan pada irisan ketebalan 5 mm yaitu dengan waktu 8 jam. Rendemen yang diperoleh lebih kurang sama karena pengeringan dilakukan sampai kadar air yang diinginkan yaitu 10%. Perlakuan ketebalan irisan jahe gajah 3 mm memberikan hasil yang lebih baik, dengan karakteristik rendemen 18%, kadar air 6,49%, kadar abu 10,22 %. Secara organoleptik, warna simplisia jahe gajah yang paling disukai oleh panelis adalah yang diiris dengan ketebalan 3 mm, dimana nilai L sebesar 87, a sebesar -2,7 dan b sebesar 20,33, namun aroma simplisia jahe gajah tidak menonjol dan mendapat penilaian netral secara organoleptik.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN KARAKTERISTIK PENGERINGAN JAHE GAJAH (ZINGIBER OFFICINALE ROSC) MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE HOHENHEIM (Rahmadi, 2019)
UJI KINERJA ALAT PENGERING SURYA HYBRID UNTUK PENGERINGAN IRISAN JAHE GAJAH (ZINGIBER OFFICINALE ROSC) (Riyan Rahmanda, 2016)
KAJIAN PENGERINGAN KOPI ARABIKA GAYO MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE HOHENHEIM (Afrian Siagian, 2021)
KAJIAN KUALITAS BIJI KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DENGAN VARIASI METODE PENGERINGAN (Edi Kurniawan, 2019)
PERUBAHAN LAJU ALIRAN SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2016 (Niken Yulia, 2017)