PERILAKU MENYIMPANG DALAM PERNIKAHAN (STUDI KASUS PERSELINGKUHAN PADA MASYARAKAT KAMPONG KOTA LINTANG KECAMATAN KOTA KUALASIMPANG KABUPATEN ACEH TAMIANG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERILAKU MENYIMPANG DALAM PERNIKAHAN (STUDI KASUS PERSELINGKUHAN PADA MASYARAKAT KAMPONG KOTA LINTANG KECAMATAN KOTA KUALASIMPANG KABUPATEN ACEH TAMIANG)


Pengarang

Sri Rahayu - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1410101010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Perselingkuhan pada umumnya banyak terjadi pada anggota keluarga yang kurang memiliki kualitas hubungan dan keagamaan yang baik, lemahnya dasar cinta dan kasih sayang, komunikasi yang kurang lancar dan harmonis, kebutuhan ekonomi yang tidak terpenuhi, tidak terpenuhinya kebutuhan seksual dan kurang mampu membuat penyesuaian diri. Sehingga makna dari pernikahan itu sendiri telah memudar dan luntur. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apa penyebab terjadinya perselingkuhan dalam rumah tangga?, bagaimana makna pernikahan bagi pelaku perselingkuhan ? Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui makna pernikahan bagi pelaku selingkuh serta untuk mengetahui faktor penyebab dari perselingkuhan tersebut. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Interaksi Simbolik karya George Herbert Mead. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan prosedur pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan materi visual. Berdasarkan hasil penelitian, makna pernikahan bagi mereka adalah sebagai suatu hubungan atau ikatan yang kesakralannya telah luntur dan memudar, mereka memandang pernikahan hanya sekedar janji suci atau ijab kabul saja. Realita yang terjadi di masyarakat tidak sesuai dengan ketetapan yang ada. Perselingkuhan tersebut juga didorong oleh faktor eksternal maupun internal yanga da pada keluarga mereka. Seperti yang terjadi di Kampong Kota Lintang terjadinya perilaku-perilaku menyimpang dalam rumah tangga yang memunculkan Konflik berkepanjangan dan berdampak negatif bagi keluarga mereka. Adapun hal yang menarik dari penelitian ini yaitu adanya konsep diri negatif yang terjadi pada pelaku selingkuh tersebut. Yang mana pelaku secara sadar melakukan tindakanya tanpa ada paksaan orang lain, beberapa faktor internal dan eksternal telah mempengaruhi konsep diri mereka. Pernikahan yang harusnya merasakan kebahagiaan, namun itu tidak dirasakan disebagian individu sehingga memunculkan konsep diri negatif, yang berujung pada perilaku selingkuh.
Kata Kunci : Makna, Pernikahan, dan Perselingkuhan


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK