<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55615">
 <titleInfo>
  <title>RAGAM BENTUK SUNTÊNG DARA BAROE DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DILLA TRIA NOVITA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kata Kunci: Ragam, Bentuk Suntêng, Banda Aceh&#13;
Penelitian ini berjudul Ragam Bentuk Suntêng Dara Baroe Di Kota Banda Aceh. Rumusan masalah penelitian ini adalahbagaimana ragam bentuk suntêng dara baroe di Kota Banda Aceh. Sedangkan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan informasi tentang bagaimana ragam bentuk suntêng dara baroe di Kota Banda Aceh.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah 3 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun langkah-langkahnya adalah 1) pengumpulan data melalui observasi dan wawancara; 2) mereduksi untuk menyederhanakan data; 3) menyajikan data dalam bentuk deskripsi; 4) menarik kesimpulan; dan 5) menyusun laporan penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saat ini ragam suntêng dara baroe di Kota Banda Aceh masih cukup terjaga keberadaannya. Adapun beberapa macam jenis suntêng tersebut adalah Cucok Ok (Tusuk Sanggul), Culok Ok (Tusuk Sanggul), Culok Ok Ulat Sangkadu (Tusuk Sanggul Melingkar  Seperti Ulat), Ceukam SanggoyBungong Keupula/ Bungong Tajok (Tusuk Sanggul Bunga Tanjung), Kembang Goyang, Ayeum Gumbak dan Preuk-Preuk.Meskipun demikan, namun sebagian besar masyarakat lebih menyukai penggunaan suntêngdara baroehasil modifikasi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap ragam bentuk suntêngasli yang sudah dipakemkan. Selain itu ditambah dengan adanya upaya pemodifikasian oleh para perias pengantin yang melebihi ketentuan sebesar 30% dalam menghasilkan bentuk suntêngyang lebih indah untuk menarik perhatian masyarakat kepada jasa yang mereka punya.Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk tetap dapat mempertahankan keberadaan bentuk tradisional suntêng dara baroe ini adalah 1) meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan Aceh, khususnya suntêng dara baroe, 2) pemerintah lebih terlibat dalam upaya pelestarian bentuk tradisional suntêng dara baroetersebut,seperti memasukkannya dalam kurikulum pembelajaran sekolah dan juga sosialisasi kepada msyarakat, dan 3) para perias pengantin Aceh lebih memperkenalkan bentuk tradisional suntêng dara baroe kepada calon pengantin dan tidak memodifikasinya melebihi ketentuan yang telah ditetapkan.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>55615</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-03-14 16:44:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-03-15 09:15:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>