DINAMIKA PEMERINTAHAN MUKIM DI ACEH BESAR PASCA KEMERDEKAAN INDONESIA (1946-2017) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

DINAMIKA PEMERINTAHAN MUKIM DI ACEH BESAR PASCA KEMERDEKAAN INDONESIA (1946-2017)


Pengarang

Akmal Zakiyya - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1406101020018

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Sejarah (S1) / PDDIKTI : 87201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Skripsi ini berjudul "Dinamika Pemerintahan Mukim di Aceh Besar Pasca Kemerdekaan Indonesia (1946-2017)". Rumusan permasalahan mengenai bagaimana kedudukan, tugas, dan fungsi pemerintahan mukim di Aceh Besar, dan bagaimana persepsi masyarakat mengenai perkembangan Mukim di Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan, tugas dan fungsi pemerintahan mukim di Aceh Besar pada masa sekarang, dan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai perkembangan mukim di Aceh Besar. Adapun penelitian ini menggunakan metode historis (sejarah), dan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dari, Perpustakaan dan Museum Prof. Ali Hasjmy, Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA), Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh, dan instansi yang terkait seperti Kantor Camat Kuta Malaka, Kantor Camat Darul Kamal dan Kantor Camat Lhoong, serta wawancara dengan tokoh-tokoh yang terkait dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintahan mukim di Aceh Besar mulai berubah setelah kemerdekaan Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kedudukan, tugas dan fungsi pemerintahan mukim. Adapun kedudukan mukim di Aceh Besar sampai hari ini masih tetap ada, tetapi tugasnya sudah berubah, segala keperluan masyarakat ditujukan kepada kantor camat, tidak ditujukan lagi ke mukim, dahulu mukim berada di bawah sultan namun sekarang mukim berada di bawah camat. Sedangkan pandangan masyarakat mengenai kedudukan mukim sekarang ini mulai terlupakan, bahkan ada sebagaian masyarakat yang tidak mengetahui mengenai keberadaan mukim karena semuanya sudah dialihkan ke kecamatan. Sehingga peran mukim dalam masyarakat mulai berkurang. Padahal sistem pemerintahan mukim di Aceh merupakan salah satu warisan dari Kesultanan Aceh Darussalam yang harus tetap di perkuat keberadaanya. Karena mempunyai nilai sejarah yang sangat penting bagi rakyat Aceh di masa yang akan datang.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK