SIKAP MASYARAKAT TERHADAP POLA KOMUNIKASI PENCEGAHAN NAHI MUNKAR OLEH FRONT PEMBELA ISLAM (STUDI DI GAMPONG WEU RAYA KECAMATAN LHOKNGA, KABUPATEN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

SIKAP MASYARAKAT TERHADAP POLA KOMUNIKASI PENCEGAHAN NAHI MUNKAR OLEH FRONT PEMBELA ISLAM (STUDI DI GAMPONG WEU RAYA KECAMATAN LHOKNGA, KABUPATEN ACEH BESAR)


Pengarang

Andrian Misbar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1410102010019

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian yang berjudul “Sikap Masyarakat Terhadap Pola Komunikasi Pencegahan Nahi Munkar Kelompok Front Pembela Islam (Studi Penelitian di Gampong Weu Raya Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar” ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi pencegahan nahi munkar oleh FPI di Gampong Weu Raya, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar, sikap masyarakat terhadap pola komunikasi pencegahan nahi munkar oleh FBI di Gampong Weu Raya, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar dan tanggapan tokoh masyarakat Gampong Weu Raya, Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar pola komunikasi pencegahan nahi munkar yang dilakukan oleh kelompok FPI di pantai Lhoknga. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya deskriptif. Subjek penelitian ini ialah masyarakat, tokoh masyarakat Gampong Wue Raya dan pihak FPI. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pola komunikasi yang dilakukan oleh pihak FPI dalam mencegah kemungkaran di pantai Lhoknga dengan pola turun lapangan secara langsung dengan membubarkan para pelaku kemungkaran secara paksa dengan terlebih dahulu meminta izin dari tokoh masyarakat setempat. Sosialisasi juga dilakukan dengan pemancangan berbagai spanduk sekitar lokasi yang rawan terjadinya perbuatan kemungkaran. Sikap masyarakat terhadap pola komunikasi FIP ini bergam Sebagian masyarakat menanggapinya dengan sikap negatif karena FPI dianggap melakukan tindakan sewenang-wenang yang membuat kerugian usaha dagangan mereka. Sedangkan masyarakat yang menyikapi secara postif menganggap bahwa komunikasi pencegahan kemungkaran oleh pihak FPI suatu yang wajar karena itu sebuah kewajiban dalam Islam. Sikap tokoh masyarakat terhadap pola komunikasi FPI dalam mencegah kemungkaran di pantai Lhoknga ini sangat positif. Hal ini ditandai dengan memberikan izin bagi pihak FPI untuk leluasa melakukan pencegahan kemungkaran yang terjadi di sepanjang pantai Lhoknga. Tidak hanya itu tokoh masyarakat Gampong Wue Raya juga memperlihakan dukungannya dengan keikutsertaan mereka dalam melakukan razia di sepanjang pantai Lhoknga.


Kata Kunci: Sikap Masyarakat, Pola Komunikasi, Nahi Munkar Front Pembela Islam.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK