Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERKEMBANGAN MUSIK IRINGAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH
Pengarang
RENY FHARINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1406102030024
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci: Perkembangan, Alat Musik Iringan, Tari Guel.
Tari Guel merupakan, tari yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah. Sedangkan musik iringan adalah musik pengiring sebagai pengendali keselarasan sebuah prosesi tari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan alat musik iringan Tari Guel. Teknik Pendekatan dalam penelitian ini adalah Kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Tengah, yaitu di empat desa, dimana terdapat tokoh yang berperan penting dalam perkembangan Tari Guel yang berbeda generasi. Adapun Subjek dalam penelitian adalah beberapa tokoh yang berperan dalam Tari Guel diantaranya adalah S.Kobat, Mukhlis Gayo, Ibrahim Kadir dan Teuku Aga. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah perkembangan alat musik iringan Tari Guel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara dokumentasi, wawancara, dan observasi. Sedangkan untuk teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan alat musik iringan Tari Guel yang dipentaskan di Kabupaten Aceh Tengah mengalami perkembangan dalam beberapa periode, periode pertama 1972-1980 menggunakan gegedem, canang, gong dan vokal dengan dinamik lembut, dengan tempo bervariasi, irama dinamis dan terdengar harmoni. Kemudian berkembang pada periode kedua yaitu pada tahun 1980-2000 ada penambahan alat musik pendukung seperti teganing, bantal didong, bensi dan syair untuk membuat bunyi musik lebih beragam dan tidak mengubah unsur musik pada periode sebelumnya. Selanjutnya periode tahun 2000-2012 terdapat penambahan syair internal, penambahan alat musik suling untuk menggantikan vokal dan mengurangi alat musik pendukung sebelumnya, alasannya karena sulitnya mencari pelantun tradisi saat itu dan sebagai bentuk kreatifitas seniman , dinamik menjadi agak cepat dan tempo tidak banyak variasi dan menjadi cepat juga, alat musik pada periode adalah gegedem, canang, gong, dan suling. Perkembangan terakhir tahun 2012-2018 banyak perkembangan seperti pergantian alat musik gegedem menjadi rapa’i karena sulitnya mencari gegedem dan rapa’i dianggap lebih sesuai kebutuhan pentas, unsur musik dinamik dalam periode terakhir ini menjadi lebih cepat dan juga tempo yang lebih cepat dari tempo periode sebelumnya, alat musik yang digunakan pada periode ini diantaranya adalah rapa’i, gong, canang, suling, dan bantal didong.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERKEMBANGAN MUSIK IRINGAN TARI GUEL DI KABUPATEN ACEH TENGAH (RENY FHARINA, 2019)
PERBEDAAN MUSIK IRINGAN TARI MEUSARE-SARE DI SANGGAR LEMPIA DAN SANGGAR NURUL ALAM BANDA ACEH (IKHSAN, 2014)
PERKEMBANGAN MUSIK IRINGAN TARI SEKAPUR SIRIH PADA SANGGAR LENGGANG MUDE COMMUNITY DI KABUPATEN ACEH TAMIANG (Annisa Ulhusna, 2024)
PERAN GURU PENDIDIKAN SENI TERHADAP PERKEMBANGAN TARI TRADISIONAL DI SLTP NEGERI 1 TAKENGON KABUPATEN ACEH TENGAH (Sulastri, 2021)
PERAN A.R MOESE DALAM PERKEMBANGAN KESENIAN DI KABUPATEN ACEH TENGAH (JONA ERWENTA, 2016)