MOTIF UNTUK PUKULAN RAPA’I PASEE PADA PERTUNJUKAN UROEH DI DESA GLUMPANG VII KECAMATAN MATANGKULI KABUPATEN ACEH UTARA. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MOTIF UNTUK PUKULAN RAPA’I PASEE PADA PERTUNJUKAN UROEH DI DESA GLUMPANG VII KECAMATAN MATANGKULI KABUPATEN ACEH UTARA.


Pengarang

Cut Amarlia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1506102030016

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Kata Kunci: Motif, Rapa’i Pasee, Uroeh dan Kuru.
Penelitian berjudul “Motif untuk pukulan Rapa’i Pasee pada pertunjukan Uroeh di Desa Glumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara”. Mengangkat masalah (1) Bagaimana motif untuk pukulan Rapa’i Pasee pada pertunjukan Uroeh dan aturan-aturan yang terkandung pada pertunjukan Uroeh . Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif untuk pukulan Rapa’i Pasee dan aturan-aturan pada pertunjukan Uroeh di Desa Glumpang VII Kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh Utara. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian menganalisis data dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam penyajian pertunjukan Uroeh Rapa’i Pasee terdapat motif pukulan yang berbeda di antara motif satu dan lainnya yang disebut dengan istilah lagu (gaya) yang terdiri dari lagu sa, lagu dua, lagu lhee, lagu limong, laagu tujoh, lagu sikureung dan lagu duablah. Motif pukulan (lagu) juga dapat divariasikan dan di kembangkan oleh syeh (petua) yang konteksnya lebih bersifat hiburan atau untuk menambah variasi lagu –lagu yang di bawakan pada saat pertunjukan Uroeh seperti pukulan ekstra (hot) yang ikuti oleh awak rapa’i dan dimainkan secara berulang-ulang oleh para awak rapa’i dalam jangka waktu yang lama menurut kesepakatan yang telah di buat bersama di antara dua kelompok (kuru). Dalam pertunjukan Uroeh Rapa’i Pasee ada 10 Aturan- aturan yang di tetapkan pada pertunjukan Uroeh merupakan kesepakatan diantara kedua kelompok (kuru) sebelum pertunjukan berlangsung atau pada saat proses latihan.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK