PENGARUH PEMBERIAN PLASMA KAYA TROMBOSIT DENGAN AKTIVATOR KALSIUM KLORIDA (CACL2) TERHADAP PENYEMBUHAN RUPTUR PARSIAL TENDON ACHILLES TIKUS STRAIN WISTAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH PEMBERIAN PLASMA KAYA TROMBOSIT DENGAN AKTIVATOR KALSIUM KLORIDA (CACL2) TERHADAP PENYEMBUHAN RUPTUR PARSIAL TENDON ACHILLES TIKUS STRAIN WISTAR


Pengarang

Dr. Arfan Asmadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307601010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Bedah / PDDIKTI : 11707

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Penyakit Bedah Unsyiah., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.75

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Latar belakang; Ruptur tendon Achilles (parsial atau komplet), merupakan salah
satu gangguan pada tendon Achilles yang disebabkan trauma atau penggunaan
tendon tersebut secara berlebih. Manajemen penanganan pada ruptur tendon
tersebut dapat dilakukan secara konservatif antara lain dengan injeksi plasma kaya
trombosit (PKT). Plasma kaya trombosit adalah suatu autologous dari trombosit
manusia dalam volume yang kecil dalam plasma. Untuk menguji apakah PKT +
aktivator CaCl2 dapat mempercepat proses penyembuhan pada cedera tendon
Achilles.
Tujuan Penelitian; untuk mengetahui pengaruh pemberian PKT dengan aktivator
CaCl2 terhadap peningkatan jumlah kolagen tipe III dan kekuatan tendon pada
proses penyembuhan cidera tendon Achilles pada tikus wistar.
Metodologi Penelitian; Penelitian ini adalah penelitian eksperimental
laboratorium menggunakan rancangan The post-test only control group design.
Subjek penelitian adalah tikus wistar yaitu dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10
ekor tikus putih dengan cidera tendon dan diberikan perlakuan injeksi PKT sebagai
kelompok I, dan 10 ekor tikus putih dengan cidera tendon dan diberi perlakuan
injeksi PKT dengan penambahan CaCl2. Penilaian dari kekutan tendon pasca
perlakuan diukur dengan menggunakan kekuatan tarik tendon (tendon tensile
strength), untuk penilaian kolagen tipe III akan diukur dengan cara scoring
intensitas hasil pewarnaan immunohistokimia jaringan tendon. Data akan
dianalisis dengan uji ANOVA.
Hasil penelitian; Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tendon
antara injesi plasma kaya trombosit dengan injeksi plasma kaya trombosit
ditambah CaCl2 tidak berbeda signifikan p velue 0.176 (p>0.05). sedangkan untuk
penilaian scoring dari intensitas pewarnaan immunohistokimia kolagen tipe III
antara antara injesi plasma kaya trombosit dengan injeksi plasma kaya trombosit
ditambah CaCl2 terdapat perbedaan secara nyata p velue 0.006 (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK