ZONASI PETIR MELALUI DATA CITRA SATELIT HIMAWARI-08 DI WILAYAH ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ZONASI PETIR MELALUI DATA CITRA SATELIT HIMAWARI-08 DI WILAYAH ACEH


Pengarang

Nasrol Adil - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1309200200024

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Kata Kunci
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

621.399 4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Petir sebagai salah satu fenomena cuaca yang sering terjadi dalam kehidupan kita yang membahayakan bagi manusia. Kemunculan petir diawali oleh pembentukan awan Cumulunimbus, dengan rentang suhu puncak awan tertentu bisa dijadikan pedoman bagi akan terbentuknya petir yang hampir tiap tahun memakan korban jiwa di wilayah Aceh. Oleh karena itu deteksi awal lokasi kejadian petir sangat penting dilakukan untuk meminimalisir korban jiwa dan harta benda. Tujuan penelitian mengidentifikasi zonasi petir melalui metode segmentasi citra Suhu Puncak Awan (SPA) dari satelit Himawari-08. Kemudian mendesain aplikasi penentuan zonasi petir menggunakan pengolahan citra digital melalui aplikasi Matlab guna menghasilkan interpretasi citra satelit, sehingga dapat menghasilkan lokasi rawan petir secara detail. Pada penelitian ini diterapkan metode konversi RGB pada citra awan satelit Himawari-08 MTSAT ke dalam warna HSV untuk menentukan prakiraan lokasi petir. Sebagai data masukan adalah nilai dari tingkat suhu puncak awan dari produk Himawari-8. Terdapat perbedaan temperature pada citra satelit Himawari yang dapat dikelompokkan menjadi zona pembentukan petir. Pembentukan zona petir yang menggunakan SPA ini dikelompokkan pada jenis-jenis awan yang menghasilkan petir dengan menggunakan suhu yang terdeteksi akan diimplementasikan dalam bentuk warna RGB, setiap warna yang dihasilkan menandakan suhu yang berbeda-beda, dengan cara tersebut dapat mengidentifikasi lokasi yang akan terjadi petir. Tahap pre-processing yang dilakukan pada penelitian ini yaitu mulai dari pengambilan nilai RGB dan HSV, Nilai dari citra HSV yang akan digunakan sebagai inputan untuk proses pengenalan. Sementara indikator yang digunakan adalah deteksi zona suhu dingin (-690C sd -410C) dan zona suhu panas (00C sd 240C), berdasarkan batasan (legend) data citra satelit Himawari-08. Dengan metode konversi RGB ke HSV dan segmentasi, maka citra Suhu Puncak Awan (SPA) dapat diidentifikasi zonasi petir, melalui citra awan dingin dan awan panas yang saling bersinggungan. Kejadian petir dibedakan atas 3 klasifikasi, kejadian petir yang digolongkan kuat disaat suhu -620C bersinggungan dengan suhu panas 40C, yang secara pixel warna (sesuai default legend) warna coklat muda (-620C) lebih banyak. Sementara untuk petir golongan sedang disaat suhu -480C bersinggungan dengan suhu panas 70C, yang secara pixel warna (sesuai default legend) warna coklat tua (-480C) lebih banyak. Sedangankan golongan petir rendah disaat suhu -130C bersinggungan dengan suhu panas 80C, yang secara pixel warna (sesuai default legend) warna hijau tua (-130C) lebih banyak. Hasil dan penerapan desain aplikasi baru dapat memudahkan pekerjaan staf Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) dalam penentuan zonasi petir.

Kata Kunci: RGB, HSV, Suhu, Awan, Petir, Himawari, Satelit, Deteksi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK