PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN A TERHADAP PEMBENTUKAN FIBROBLAS, EPITELISASI DAN KOLAGENISASI PADA PROSES MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PASCA ANOPLASTI KELINCI LOKAL (NESOLAGUS NETSCHERI) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN A TERHADAP PEMBENTUKAN FIBROBLAS, EPITELISASI DAN KOLAGENISASI PADA PROSES MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA PASCA ANOPLASTI KELINCI LOKAL (NESOLAGUS NETSCHERI)


Pengarang
Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1307601010009

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Bedah / PDDIKTI : 11707

Penerbit

Banda Aceh : Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

617.555

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Latar Belakang: Anoplasti merupakan prosedur yang paling umum dilakukan pada pasien dengan malformasi anorektal. Perawatan intraoperatif dan pasca operasi menentukan keberhasilan dalam mencapai diameter anus yang tepat sesuai dengan usia pasien. Diperlukan perawatan terencana dan sistemik sehingga dapat memberikan prognosis fungsional yang baik pada pasien yang menjalani prosedur ini. Produk-produk yang mengandung vitamin A telah banyak digunakan secara topikal sebagai terapi pada pasien dengan keluhan kulit. Vitamin A dapat meningkatkan berbagai aspek penyembuhan luka melalui stimulasi angiogenesis, sintesis kolagen, epitelisasi dan fibroplasia. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian vitamin A mempercepat penyembuhan luka pasca anolpasti hewan coba kelinci lokal (Nesolagus netscheri) secara klinis serta menilai jumlah fibroblas, epitelisasi dan kolagenisasi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan The post-test only control group design secara laboratorium eksperimental. Hewan coba akan dilakukan anoplasti dan kelompok perlakuan akan mendapatkan vitamin A 0,1% secara topical. Dilakukan penilaian klinis luka menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool dan penilaian luka secara histologis. Analisa statistik dilakukan dengan menggunakan Mann Whitney Test setelah dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Hasil: Berdasarkan penilaian klinis luka menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool didapatkan bahwa hewan coba pada kelompok eksperimen yang tidak mendapatkan vitamin A memiliki skor yang lebih tinggi baik berdasarkan warna, edema, jaringan nekrosis, tepi luka dan eksudat (masing-masing sebesar 3,75± 0,45; 4,13 ± 0,34; 4,56 ± 0,51; 3,69 ± 0,48 dan 3,06 ± 0,68,) dibandingkan kelompok perlakuan (masing-masing, 1,19 ± 0,40; 1,00 ± 0,00; 1,00± 0,00; 1,13± 0,68 dan 1,00± 0,00). Hal ini menunjukkan adanya proses penyembuhan luka yang kurang baik pada kelompok kontrol. Ketika dilakukan pemeriksaan histologis, baik pada pemeriksaan jumlah fibroblas, epitelisasi maupun kolagenisasi, ditemukan adanya perbedaan bermakna antara kedua kelompok (P value= 0,000) dimana kelompok perlakuan memiliki rerata skor yang lebih tinggi dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan topikal vitamin A. Kesimpulan: Pemberian vitamin A dapat mempercepat penyembuhan luka pasca anoplasti secara klinis serta dapat menyebabkan peningkatan bermakna jumlah fibroblas, epitelisasi dan kolagenisasi.
Kata Kunci: Anoplasti, Penyembuhan Luka, Vitamin A, Fibroblas, Epitelisasi, Fibroplasia

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK