MOBILITAS SOSIAL PADA KELUARGA TRANSMIGRASI (STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF DI KECAMATAN SINGKOHOR KABUPATEN ACEH SINGKIL) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MOBILITAS SOSIAL PADA KELUARGA TRANSMIGRASI (STUDI DESKRIPTIF KUANTITATIF DI KECAMATAN SINGKOHOR KABUPATEN ACEH SINGKIL)


Pengarang

RIZKIYAH FITRIANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1410101010042

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

305.513

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Salah satu tujuan dari transmigrasi adalah peningkatan taraf hidup. Peningkatan taraf hidup dapat terjadi dengan melakukan mobilitas sosial. Sebelum bertransmigrasi mayoritas transmigran adalah masyarakat dengan taraf hidup rendah. Setelah bertransmigrasi mobilitas sosial dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mobilitas sosial generasi pertama dan generasi kedua pada keluarga transmigrasi. Pertanyaan Penelitian: Bagaimana Mobilitas sosial yang terjadi pada generasi pertama dan generasi kedua keluarga transmigrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel diperoleh menggunakan teknik snowball. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Pitirim Sorokin mengenai saluran mobilitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan.1) Mobilitas sosial dominan terjadi pada generasi kedua dibandingkan dengan generasi pertama. Hal ini terlihat dari tingkat pendidikan pada generasi pertama mayoritas adalah tamatan Perguruan Tinggi, pada generasi pertama mayoritasnya lulusan Sekolah Dasar. Kemudian di bidang pekerjaan pada generasi pertama sebelum bertransmigrasi mayoritas pekerjaannya sebagai buruh kasar (84,4%) setelah bertransmigrasi mayoritas pekerjaanya juga sama sebagai buruh kasar tetapi presentasenya menurun (81,3%), sedangkan pada generasi kedua sebelum bertrasnmigrasi yang bekerja sebagai buruh kasar sebanyak 71,9% setelah bertransmigrasi mayoritas bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil. Di bidang penghasilan pada generasi pertama mayoritas sebelum bertransmigrasi berpenghasilan bulanannya sebesar Rp.50.000-100.000 (78,1%), sedangkan setelah bertransmigrasi penghasilnya perbulan Rp. 2.000.000-3.000.000 (62%), pada generasi kedua sebelum bertransmigrasi mayoritas berpenghasilan Rp. 50.000-100.000 (78% ), setelah bertransmigrasi menjadi Rp.3.000.000-4.000.000 (53%).

Kata kunci: mobilitas sosial, keluarga, transmigrasi.



Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK