ANALISIS SPASIAL POLA SEBARAN DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

ANALISIS SPASIAL POLA SEBARAN DEMAM BERDARAH DENGUE DENGAN METODE SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Suwardi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200140030

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

362.196 9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi penyebab utama kematian di daerah tropis dan subtropis. Kota Banda Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan angka kejadian DBD masih tinggi dan sebaran kejadian per kecamatannya yang masih berfluktuatif, sehingga diperlukan suatu kajian hubungan spasial pola sebaran DBD di Kota Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spasial pola sebaran DBD di Kota Banda Aceh Tahun 2014-2016. Penelitian ini menggunakan metode autokorelasi spasial menggunakan bantuan Sistem Informasi Geografis dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian ini adalah seluruh wilayah administratif Kota Banda Aceh dengan unit analisis seluruh gampong di Kota Banda Aceh. Hipotesis diuji menggunakan Analisis Indeks Moran dan Local Indicator of Spatial Association (LISA) dengan bantuan aplikasi Geoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2014-2016, Hubungan spasial global kejadian DBD antar gampong hanya ditemukan pada bulan Oktober dan November 2014, sedangkah pada bulan lainnya tidak menunjukkan adanya hubungan spasial pada level signifikansi 5%. Adapun nilai z hitung untuk bulan Oktober 2,27 dan bulan November 3, 80. Hubungan spasial lokal DBD yang ditemukan bahwa pada Tahun 2014 adalah gampong yang berada pada kuadran Tinggi - Tinggi (TT) 6 gampong, kuadran Rendah - Rendah (RR) 10 gampong, kuadran Rendah - Tinggi (RT) 2 gampong dan kuadran Tinggi - Rendah (TR) 2 gampong. pada Tahun 2015 adalah gampong yang berada pada kuadran TT 1 gampong, kuadran RR 8 gampong, kuadran RT 5 gampong dan tidak ada yang berada pada kuadran TR. pada Tahun 2016 gampong yang berada pada kuadran TT 3 gampong, kuadran RR 4 gampong, kuadran RT 5 gampong dan yang berada pada kuadran TR sebanyak 1 gampong. Gampong-gampong yang memiliki hubungan spasial signifikan perlu mendapat fokus perhatian pemerintah untuk mencegah terjadinya penularan antar gampong.

Kata Kunci: DBD, Pola sebaran, Spasial, Sistem Informasi Geografis

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK