PENGARUH PELETAKAN KRIB TERHADAP POLA ALIRAN SUNGAI KRUENG ACEH PADA JEMBATAN PANGO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH PELETAKAN KRIB TERHADAP POLA ALIRAN SUNGAI KRUENG ACEH PADA JEMBATAN PANGO


Pengarang

SARI REZEKI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200060094

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.12

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sungai Krueng Aceh merupakan salah satu sungai memiliki debit besar yang melintasi dua wilayah administrasi, yaitu Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, aliran sungai bersumber dari gunung Cot Seukek Kabupaten Aceh Besar. Salah satu permasalahan sungai Krueng Aceh diwilayah jembatan fly over Pango kearah hilir yaitu terjadi distribusi kecepatan pada belokan dalam sungai lebih besar dari belokan luar, akibat adanya pilar jembatan pada belokan sungai mengakibatkan perubahan penampang sungai dan mengancam fasilitas umum yang ada didepannya. Berdasarkan analisis tersebut diperlukan pengendalian dan pengamanan sungai dengan perkuatan tebing salah satunya adalah dengan memasang krib. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pola aliran dan distribusi kecepatan yang terjadi dari peletakan konstruksi krib. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini dengan cara pendekatan pemodelan numerik hidrodinamika menggunakan program Surface Water Modeling System (SMS 11.2). Melakukan kalibrasi dengan parameter n = 0.025, didapatkan nilai kesalahan absolut sebesar 0,039 pias satu dan 0,051 pias dua. Berdasarkan hasil analisis dari 20 skenario dengan variasi jarak 7 m dan 9 m, variasi jumlah krib 5 unit dan 3 unit, variasi sudut tegak lurus, sudut 10°, 30° (derajat) kearah hilir dan kearah hulu. Berdasarkan hasil analisis semakin banyak jumlah krib semakin tinggi nilai kecepatan dan berdampak negatif pada pias hilir, semakin rapat jarak krib semakin tinggi nilai kecepatan. Hasil pola aliran dari 20 skenario diperoleh skenario krib jarak antar 7 m, jumlah krib 3 unit dan sudut peletakan krib 30? kearah hulu (GUb3L7), memiliki pola aliran yang mengarah ke tengah sungai dan tidak menyebar, tidak berdampak negatif pada pias hilir dan pias hulu, distribusi kecepatan berdasarkan titik pengamatan diperoleh kecepatan pada notasi belokan dalam (BD) 1,306 m/dtk, ujung krib (UK) 1,961 m/dtk, tengah sungai (TS) 3,461 m/dtk, belokan luar (BL) 3,104 m/dtk. Sementara eksisting (tanpa krib) nilai kecepatan pada (BD) 4,213 m/dtk, (UK) 4,164 m/dtk, (TS) 3,782 m/dtk, (BL) 3,746 m/dtk. Berdasarkan bentuk pola aliran dan distribusi kecepatan maka skenario GUb3L7 merupakan skenario yang terpilih.
Kata kunci : Krib, Pola Aliran Sungai, Distribusi Kecepatan, Sungai, Belokan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK