Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
KAJIAN POLA CURAH HUJAN DURASI PANJANG TERKAIT DENGAN WAKTU KEJADIAN BANJIR DI KABUPATEN ACEH UTARA
Pengarang
AZWAR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1409200060087
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
627.4
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
KAJIAN POLA CURAH HUJAN DURASI PANJANG TERKAIT DENGAN WAKTU KEJADIAN BANJIR DI KABUPATEN ACEH UTARA
Oleh :
Azwar
NIM : 1409200060087
Komisi Pembimbing :
1. Dr. Ella Meilianda, ST, MT
2. Dr. Ir. Masimin, M.Sc
ABSTRAK
Kabupaten Aceh Utara hampir setiap tahun mengalami banjir akibat hujan lebat, baik itu akibat hujan didaerah tersebut maupun banjir kiriman akibat hujan lebat di kabupaten tetangga yaitu Bener Meriah. Dilihat dari waktu kejadiannya, hujan lebat selalu terjadi di bulan-bulan akhir pada setiap tahunnya. Durasi curah hujan ada dua yaitu : (a) durasi pendek dan (b) durasi panjang. Batas keduanya adalah durasi hujan 24 jam (1 hari), sehingga curah hujan durasi panjang kalau waktu kejadiannya lebih lama dari 24 jam. Untuk daerah beriklim tropis seperti halnya wilayah Aceh dikenal mengalami dua musim yaitu : a) musim penghujan dan b) musim kemarau dari segi klimatologi, musim penghujan adalah identik dengan kejadian banjir. Kejadian musim kemarau ataupun musim penghujan terkait dengan waktu dalam setahun, misalnya musim banjir terjadi pada bulan-bulan akhir disetiap tahunnya, musim kemarau terjadi pada bulan-bulan ditengah tahun, khususnya untuk wilayah Aceh Utara. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (a) Mendapatkan informasi pola distribusi curah hujan yang relatif lebat untuk kejadian hujan durasi panjang yaitu 1-hari, 3-hari, 5-hari dan 7-hari. (b) Mengetahui waktu kejadian banjir diperhitungkan berdasarkan pergerakan matahari. Data yang digunakan adalah data curah hujan harian diperoleh dari Stasiun Meteorologi Lhokseumawe dari tahun 1986 sampai dengan tahun 2016. Hasil analisis untuk mengetahui hujan maksimum 1-hari, 3-hari, 5-hari, dan 7-hari. Dalam menghitung pola curah hujan durasi panjang maka digunakan metode partial series, yaitu kemungkinan ada beberapa data yang diambil dalam satu tahunnya. Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa kejadian terbanyak curah hujan maksimum 1-harian terjadi pada kuadran ke IV atau minggu ke 52 yaitu sebesar 45,9 %, dalam hal ini kejadian jumlah banjir terbanyak akan terjadi pada saat matahari bergerak kearah selatan. Untuk mengindentifikasi kejadian hujan lebat yang dapat menyebabkan banjir berdasarkan data curah hujan stasiun dikorelasikan dengan debit yang tercatat pada AWLR (Automatic Water Level Recorder). Dari hasil identifikasi tersebut bahwa terjadi peningkatan debit sungai pada bulan November dan Desember.
Kata kunci : intensitas, parsial series, hujan maksimum.
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI KONDISI PARAMETER CUACA PADA KEJADIAN BANJIR DI WILAYAH ACEH BAGIAN TIMUR MENGGUNAKAN MODEL WRF-ARW (Sofia Warianti, 2023)
ESTIMASI CURAH HUJAN BERBASIS SATELIT UNTUK STUDI ANCAMAN BAHAYA BANJIR DI KABUPATEN ACEH SELATAN (Emelia Ulfa, 2024)
KARAKTERISTIK CURAH HUJAN DI PROVINSI ACEH DENGAN MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) (IMEL BRILYAN R, 2019)
PERBANDINGAN MODEL NEURAL NETWORK DAN MODEL ARIMA UNTUK EVALUASI KETEPATAN PREDIKSI CURAH HUJAN DI KABUPATEN ACEH UTARA (MIFTAHUL JANNAH, 2023)
TINJAUAN KEJADIAN BANJIR SUNGAI KRUENG TEUNOM UNTUK DURASI HUJAN LEBIH LAMA DARI CURAH HUJAN HARIAN (Ery Alfiadi, 2024)