<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="54339">
 <titleInfo>
  <title>OTOMASI MONITORING DAN PENYIRAMAN TANAMAN MENGGUNAKAN MEKANISME TIGA SUMBU UNTUK TIGA JENIS TANAMAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Misrizal Saifannur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Otomasi monitoring dan penyiraman tanaman dewasa ini sudah menjadi kebutuhan. Karena tanaman membutuhkan air untuk menaikkan unsur hara dalam tanah keseluruh pohon guna dilakukan fotosintesis. Pada penelitian sebelumnya sudah pernah ditawarkan sebuah otomasi dan penyiraman tanaman dimana sensornya masih diletakkan secara statis sehingga sangat tidak efisien jika diaplikasikan pada banyak tanaman. Hal ini disebabkan oleh biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli sensor. Peletakan sensor secara permanen pada setiap tanaman tidaklah terlalu penting, mengingat monitoring tidak dilakukan setiap saat melainkan berdasarkan waktu yang telah ditentukan. Dari segi energi yang dihabiskan penggunaan sensor statis juga terbilang boros jika tanaman yang dimonitoring ada ribuan tanaman. Untuk itu, pada penelitian ini dirancang sebuah prototipe pemantauan kelembaban dan penyiraman pada media tanam dengan menggunakan sistem dinamis. Penggunaan sistem dinamis dalam pemantauan tanaman akan menghemat sensor dan juga bisa digunakan untuk berbagai jenis tanaman karena sifat sensornya yang dapat dipindahkan. Menggunakan Stepper Motor sebagai penggerak, Sensor Kelembaban sebagai pemantau kelembaban, Sistem yang dibuat menggunakan Arduino Uno. Sensor yang digunakan akan digerakkan dari satu media tanam ke media tanam lainnya.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>54339</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-31 14:52:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-31 15:25:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>