EVALUASI KERUSAKAN PERKERASAN JALAN DENGAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN LAMREUNG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

EVALUASI KERUSAKAN PERKERASAN JALAN DENGAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN LAMREUNG KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR)


Pengarang

Novizal - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404001010171

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Mutu perkerasan jalan seharusnya sesuai dengan fungsi jalan tersebut, namun banyak
jalan yang mengalami kerusakan sebelum waktunya. Hal ini bias anya diakibatkan oleh
banyak faktor. Evaluasi keruskan jalan sangat penting untuk dilakukan agar dapat
ditentukan langkah pelayanan jalan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui jenis kerusakan perkerasan Jalan Lamreung Kecamatan Barona Jaya –
Kabupaten Aceh Besar berdasarkan metode Bina Marga (BM) serta mengetahui kondisi
jalan apakah masih dalam keadaan baik atau buruk serta jenis penanganan nya. Lokasi
pengamatan yang dilakukan adalah di Jalan Lamreung sampai Simpang Ulee Kareng
Ceurih Kota Banda Aceh dengan panjang ruas jalan 1,6 km menggunakan metode Bina
Marga dengan membagi jalan menjadi beberapa STA yaitu pada setiap 100 m dan
dilakukan pengamatan secara visual (penglihatan secara langsung), yaitu pengukuran
untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah kerusakan dan dilakukan pengamatan volume
lalu-lintas dalam metode Bina Marga, kerusakan ditentukan dari 2 faktor utama yaitu
tipe kerusakan dan jumlah kerusakan. Pada ruas Jalan Lamreung Kecamatan Barona
Jaya luas kerusakan yang didapat adalah tambalan sebesar 794,7 m², amblas sebesar
29,3 m², retak memanjang luasnya 100,2 m², lubang dengan luasan 188,9 m², pelepasan
butir dengan luas 127,1 m², retak pinggiran dengan luasan 50,7 m², retak kulit buaya
dengan luasan 25,8 m², dan pengausan luasnya 180 m². Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa jenis pemeliharaan pada segmen 1 adalah pemeliharaan berkala
dan jenis pemeliharaan pada segmen 2 sampai segemen 4 adalah pemeliharaan rutin
dengan nilai UP sebesar 6, 9, 7 dan 8. Alternatif jenis pemeliharaan yang sesuai adalah
program pemeliharaan kerusakan jalan secara berkala untuk tambalan (patching).
Tindakan perbaikan dengan memberikan lapisan tambahan pada perkerasan jalan yang
berfungsi untuk menerima beban lalu-lintas dan menyebarkannya ke lapisan di
bawahnya, kemudian diteruskan ke tanah dasar. Untuk mempertahankan kinerja
perkerasan jalan, diperlukan tindakan perbaikan kerusakan berupa pemeliharaan rutin
setiap tahun.
Kata Kunci : Lalu-lintas, Perkerasan Jalan, Metode Bina Marga, Urutan Prioritas,
Penanganan jalan, Pemeliharaan Kerusakan Jalan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK