Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERBANDINGAN PEMERIKSAAN JEMBATAN MENGGUNAKAN BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM DAN BRIDGE CONDITION RATING (STUDI KASUS JEMBATAN DI WILAYAH PPK-01)
Pengarang
WILHMAN HARYWIJAYA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1609200060008
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala., 2019
Bahasa
Indonesia
No Classification
624.2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pada setiap tahunnya dilakukan pemeliharaan kinerja jembatan dengan cara
pemeriksaan kondisi jembatan untuk mempertahankan kondisi jembatan tetap
baik dan menjamin agar penurunan kondisi jembatan dapat dikembalikan pada
kondisi kemantapan sesuai dengan kinerjanya. Selama ini pemeriksaan jembatan
dikerjakan secara swakelola oleh Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional
(P2JN) menggunakan Bridge Management System (BMS). Pada indikator
jembatan yang terbaru, pemeriksaan jembatan dilakukan secara tender dan
dikerjakan oleh konsultan. Penelitian ini bertujuan melihat kerusakan-kerusakan
jembatan dilapangan dengan mengetahui nilai kondisi dan kode kerusakan
menggunakan BMS dan Bridge Condition Rating (BCR) sehingga diperoleh
ketepatan penanganan yang baik dalam pemeliharaan jembatan. Penelitian ini
dilakukan pada 4 unit jembatan diruas jalan Kr. Raya-BTS. Banda Aceh dan LambaroBTS.
Pidie,
yaitu
Jembatan
Kr.
Angan
(STA.
013+400),
Jembatan
Kr.
Inong
(STA.
040+600),
Kr.
Geunapet
A
(STA.
063+700),
dan
Jembatan
Kr.
Geunapet
B
(STA.
063+700).
Hasil pemeriksaan menggunakan metode BMS diperoleh nilai kondisi
masing-masing jembatan yaitu jembatan Kr. Angan dengan nilai kondisi 0,
Jembatan Kr. Inong dengan nilai kondisi 2, Jembatan Kr. Geunapet A dengan nilai
kondisi 0 dan Jembatan Kr. Geunapet B dengan nilai kondisi 0. Hasil pemeriksaan
menggunakan metode BCR diperoleh nilai kondisi masing-masing jembatan yaitu
Jembatan Kr. Angan dengan nilai kondisi 5.36, Jembatan Kr. Inong dengan nilai
5.52, Jembatan Kr. Geunapet A dengan nilai 5.28 dan Jembatan Kr. Geunapet B
dengan nilai 5.28. Pada metode BMS penilaian kondisi jembatan dari baik ke
buruk dimulai dari nilai kecil kebesar yaitu dari 0 ke 5, sedangkan pada metode
BCR penilaian kondisi dimulai dari buruk ke baik yaitu 7 ke 1. Dari perbandingan
BMS dan BCR diperoleh usulan penanganan yang sama yaitu penanganan berupa
pemeliharaan rutin dan berkala. Untuk beberapa komponen jembatan diperlukan
penanganan berupa perbaikan seperti perbaikan retak pada beton, serta perbaikan
pada sambungan siar muai. Kemudian kekurangan metode BCR terdapat pada
tidak ada penilaian kondisi penanganan untuk sistem drainase lantai dan sandaran.
Kata Kunci : Bridge Management System (BMS), Bridge Condition
Rating(BCR), Pemeriksaan Jembatan, Kerusakan Jembatan, Usulan Penanganan.
Tidak Tersedia Deskripsi
ASSESMENT KONDISI JEMBATAN RANGKA BAJA CALLENDER HAMILTON DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM (Muhammad Azhari, 2022)
PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JEMBATAN DI KABUPATEN ACEH BESAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (EDI SAPUTRA, 2021)
KAJIAN PERKUATAN LANTAI DAN GELAGAR JEMBATAN (STUDI KASUS JEMBATAN LHOK AWE INCIEN DAN JEMBATAN ALUE RAMBONG 1 ACEH BESAR) (Dian Edi Syah Putra, 2016)
EVALUASI KONDISI JEMBATAN TUTUE PANYANG SAMALANGA DENGAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM (BMS) (Muhammad Muslim, 2024)
IDENTIFIKASI STRUKTUR LAPISAN BATUAN BAWAH PERMUKAAN KAWASAN JEMBATAN LAMNYONG MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS 2D (RIZKI AMALIA, 2018)