KAJIAN MANFAAT PENINGKATAN JALAN ALTERNATIF BERDASARKAN ANALISA CONSUMER SURPLUS DALAM EKONOMI TRANSPORTASI (STUDI KASUS RUAS JALAN MEULABOH – GEUMPANG – SIGLI) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KAJIAN MANFAAT PENINGKATAN JALAN ALTERNATIF BERDASARKAN ANALISA CONSUMER SURPLUS DALAM EKONOMI TRANSPORTASI (STUDI KASUS RUAS JALAN MEULABOH – GEUMPANG – SIGLI)


Pengarang

HENDRA SAPUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1409200060032

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala., 2019

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.7

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

KAJIAN MANFAAT PENINGKATAN JALAN ALTERNATIF BERDASARKAN ANALISA CONSUMER SURPLUS
DALAM EKONOMI TRANSPORTASI
(STUDI KASUS RUAS JALAN MEULABOH – GEUMPANG – SIGLI)

Oleh,
Hendra Saputra
Nim. 1409200060032

Komisi Pembimbing:
1. Dr. Renni Anggraini, ST, M.Eng
2. Dr. Ir. M. Isya, MT

ABSTRAK

Ruas Jalan Meulaboh – Geumpang – Sigli merupakan jalan alternatif yang menghubungkan Kota Meulaboh dengan Sigli selain ruas jalan eksisting Meulaboh – Banda Aceh – Sigli. Ruas jalan alternatif mempunyai panjang total sekitar 214,27 km melalui pegunungan Tutut, Geumpang dan Tangse. Ruas jalan alternatif ini adalah jalan utama untuk menghubungkan wilayah barat selatan pasca bencana alam tsunami 24 Desember 2004, jalan tersebut sudah sepenuhnya beraspal tetapi ada beberapa lokasi yang rawan longsor dan amblas badan jalan sehingga kurang diminati oleh para pengendara dalam memilih jalur tersebut. Mengingat ruas jalan eksisting Meulaboh – Banda Aceh – Sigli yang panjang totalnya sekitar 350,54 km, seharusnya baik pengendara angkutan pribadi, angkutan umum serta angkutan barang yang melalui jalur darat lebih memilih ruas jalan alternatif karena mempunyai selisih jarak yang besar yaitu 136,27 km. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi transportasi dan persepsi masyarakat akan dibangunnya jalan alternatif tersebut. Hasil analisa data waktu perjalanan rata-rata yang dibutuhkan untuk ruas jalan eksisting adalah 7,62 jam setiap kali perjalanan. Waktu perjalanan rata-rata pada ruas jalan alternatif untuk setiap kali perjalanan adalah 5,18 jam, sehingga mempunyai manfaat penghematan waktu dari pembangunan jalan alternatif ini adalah 2,44 jam seiap kali perjalanan. Penghematan nilai waktu sebesar Rp. 231.648/jam untuk mobil penumpang dan Rp. 159.935/jam untuk truk, sedangkan untuk BOK sebesar Rp. 186/km untuk mobil penumpang dan Rp. 822/km untuk truk. Berdasarkan evaluasi ekonomi pembangunan jalan ini pada tahun ke 10 (tahun 2027) sejak jalan dibuka sudah memenuhi standard kelayakan ekonomi dengan discount rate 10% dan 12%. Pada discount rate 10% didapat nilai BCR 1,15, NPV Rp. 78.777.654.000, pada discount rate 12% didapat nilai BCR 1,06, NPV Rp. 30.056.507.000, dan nilai EIRR didapat pada discount rate 13,44% atau pada nilai NPV = 0.

Kata Kunci : Jalan Eksisting, Jalan Alternatif, Consumer Surplus, PCI, Persepsi masyarakat

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK