<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="54193">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) PRA DAN PASCA PELEBARAN JEMBATAN LAMNYONG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GHAZZI OUVA SASNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Jembatan Lamnyong ini dahulu dioperasionalkan pada tahun 1991 dengan lebar penampang jembatannya sebesar 8 meter 4/2D dan panjang 310 meter. Tahun 2015 dilakukan pelebaran jembatan dengan penampang jembatan menjadi 14,75 meter 6/2D dan panjang 310 m. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai biaya operasional kendaraan (BOK) pada saat setelah (pasca) pelebaran Jembatan Lamnyong (kondisi eksisting tahun 2018) dan pada saat sebelum (pra) pelebaran Jembatan Lamnyong (kondisi jembatan pada tahun 2014). Metode yang digunakan untuk menghitung BOK mobil penumpang (LV) dan truk (HV) adalah metode Pacific Consultant International (PCI) dan sepeda motor dengan model hasil studi yang dilakukan oleh DLLAJ Provinsi Bali-Konsultan. Penelitian dilakukan selama 6 jam pengamatan yaitu jam puncak pagi (07.00-09.00 WIB), Siang (12.00-14.00 WIB), dan Sore (17.00-19.00 WIB) selama 3 hari (2 hari kerja dan 1 hari libur) dengan dibagi menjadi segmen A (arah kota-Darussalam) dan segmen B (arah Darussalam-kota) pada Jalan T. Nyak Arief Kota Banda Aceh. Dari hasil survei diperoleh lalu lintas harian rata-rata (LHR) untuk kondisi pasca pelebaran jembatan segmen A terjadi peningkatan sebesar 2.924 kend/hari dan segmen B sebesar 6.230 kend/hari dari saat pra pelebaran jembatan. Kecepatan rata-rata kendaraan saat pasca pelebaran jembatan pada segmen A meningkat sebesar 2,26 km/jam dan segmen B sebesar 3,20 km/jam dari saat pra pelebaran jembatan. Nilai BOK pasca pelebaran mengalami penurunan untuk segmen A sebesar Rp.66.623.947.321/tahun dan segmen B sebesar Rp.70.359.092.184/tahun dari saat pra pelebaran. Nilai persentase penurunan BOK tersebut untuk segmen A sebesar 44,4% dan segmen B sebesar 41,2%.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Jembatan Lamnyong Banda Aceh, biaya operasional kendaraan, metode PCI.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>54193</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-01-30 15:51:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-01-30 15:56:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>